Ilustrasi haji. Dok. Kemenag
Jemaah Haji NTB Mulai Tiba di Tanah Air pada 1 Juni
Lukman Diah Sari • 29 May 2026 17:22
Mataram: Gelombang pertama kepulangan jemaah haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dari Tanah Suci, Arab Saudi ke Tanah Air dijadwalkan tiba pada 1 Juni 2026. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin, mengatakan sesuai jadwal yang ditetapkan, jemaah haji NTB tiba pada Senin, 1 Juni 2026, pukul 20.15 Wita di Bandara Lombok.
"Tim sudah menyiapkan alur kedatangan bagi jamaah haji NTB," ujarnya di Mataram, Jumat, 29 Mei 2026, melansir Antara.
Ia mengatakan untuk kedatangan jemaah, pihaknya menyiapkan 81 personel yang akan ditempatkan di titik-titik krusial di Bandara Lombok. Personel diposisikan untuk menangani alur penjemputan keluarga, penempatan jamaah dan proses serah terima antarpemerintah daerah.
"Pembagian peran dan titik tugas telah disepakati oleh seluruh PPIH untuk mengurangi tumpang tindih tugas. Penempatan final personel memastikan penanganan lancar saat kedatangan dan serah terima kepada pihak kabupaten," terang Amin.
"Setiap fase dirancang agar berjalan rapi, tertib, dan tanpa hambatan dengan koordinasi antarpihak yang telah disepakati. Perhatian khusus juga diberikan pada titik-titik krusial untuk mencegah kemacetan atau kebingungan saat proses transfer jemaah," jelas dia.
Sejauh ini, kata dia, kondisi jemaah haji NTB mulai dari kloter 1 hingga kloter 15 dalam keadaan sehat walafiat, meski terdapat sebagian jemaah mengalami penurunan kondisi kesehatan akibat kelelahan. Bahkan, beberapa sedang dalam observasi oleh tim kesehatan.
"Saat melempar jumroh beberapa jamaah menunjukkan penurunan kondisi fungsional (kelelahan berlebih). Penurunan sering terjadi setelah aktivitas (kembali ke hotel) sehingga terjadi fisik jamaah drop," ujar Amin.
.jpeg)
Ilustrasi jemaah haji. Foto: Metrotvnews.com/Misbahol.
Untuk menjaga kondisi jemaah ini, PPIH Arab Saudi terus melakukan pengawasan baik di lapangan maupun di fasilitas kesehatan (rumah sakit) setempat untuk mencegah kejadian serupa dan memastikan kondisi jemaah tetap stabil.
"Beberapa jemaah masih dirawat dalam status observasi oleh tim kesehatan setempat. Tim kesehatan bertugas mendampingi dan melakukan observasi terhadap kasus-kasus yang menurun kondisinya. Sementara, pelayanan makanan dan dukungan logistik dilaporkan memadai, mendukung penanganan di lapangan," jelas Amin.
Diketahui, hingga kini terdapat lima orang haji asal Embarkasi Lombok dinyatakan meninggal dunia di Arab Saudi. Terdiri dari tiga perempuan dan dua laki-laki. Jemaah haji ini berasal dari Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah.