Pemprov DKI Siapkan Respons Cepat Tanggulangi Polusi Udara saat Kemarau

Ilustrasi polusi udara. Foto: MI/Usman Iskandar.

Pemprov DKI Siapkan Respons Cepat Tanggulangi Polusi Udara saat Kemarau

Anggi Tondi Martaon • 5 March 2026 10:20

Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan respon cepat untuk menanggulangi pencemaran udara saat musim kemarau. Strategi yang disiapkan mengulang langkah yang pernah diterapkan pada beberapa tahun lalu.

"Kami pernah buat 10 langkah respon cepat penanggulangan pencemaran udara. Tetapi karena kondisi kualitas udara membaik pada 2024, 2025 dan mudah-mudahan sekarang, belum sempat kami olah menjadi satu regulasi," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Erni Pelita Fitratunnisa, dikutip dari Antara, Kamis, 5 Maret 2026.

Erni mengatakan, stategi yang disiapkan meliputi peningkatan kualitas sistem pemantau kualitas udara dan uji emisi kendaraan bermotor. Pemprov juga bakal mengandalkan penyemprotan air atau water mist

Saat ini tercatat 100 gedung di Jakarta sudah menerapkan upaya water mist menekan polusi udara. "Kami pasang water mist di beberapa gedung, sekarang sudah terpasang 100," ungkap Erni.

Di sisi lain, Pemprov DKI memiliki Strategi Pengendalian Pencemaran Udara (SPPU) yang saat ini sedang dievaluasi dari berbagai aspek. Mulai dari tren PM2.5, beban emisi per sektor hingga dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

"SPPU sedang dievaluasi. SPPU kami bagi lagi, kami cari di kegiatan mana yang paling efektif dalam menanggulangi pencemaran udara Jakarta," kata Erni.

Ilustrasi polusi udara. Foto: MI/Usman Iskandar.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan bahwa musim kemarau di Indonesia pada tahun ini akan lebih panjang dan relatif lebih kering jika dibandingkan dengan 2025. Awal musim kemarau diprediksi akan dimulai pada April 2026 di sejumlah wilayah daerah Indonesia, yaitu 114 zona musim dan secara bertahap akan mulai dirasakan di wilayah lain pada Mei dan Juni.

Kondisi tersebut memperlihatkan awal musim kemarau di Indonesia datang lebih cepat pada tahun ini dibandingkan kondisi normal.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)