149 Personel Gabungan Amankan Perayaan Cap Go Meh di Bengkayang

Pengaman festival Cap Go Meh di Bengkayang, Kalbar (ANTARA/Narwati)

149 Personel Gabungan Amankan Perayaan Cap Go Meh di Bengkayang

Silvana Febiari • 3 March 2026 21:27

Bengkayang: Polres Bengkayang menurunkan 149 personel untuk mengamankan rangkaian perayaan Cap Go Meh (CGM) 2026 di Kecamatan Bengkayang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar). Pengamanan juga melibatkan 15 personel TNI, 20 anggota Satpol PP, 15 petugas Dinas Perhubungan, serta 10 tenaga kesehatan dari puskesmas setempat.

"Aparat gabungan disiagakan di sejumlah titik strategis dan persimpangan guna mengatur arus lalu lintas serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas)," ujar Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab melalui Kabagops Polres Bengkayang Kompol Rismanto Ginting, dilansir dari Antara, Selasa, 3 Maret 2026. 

Dia menekankan pentingnya pelaksanaan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. “Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, utamakan keselamatan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
 


Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran kegiatan tersebut. Sinergisitas TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci terciptanya suasana yang aman dan kondusif.

Selain di Kecamatan Bengkayang, pengamanan juga dilaksanakan di Kecamatan Sungai Raya Kepulauan dan Kecamatan Sungai Raya oleh jajaran Polsek setempat. Tujuannya untuk memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan tertib.

"Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan arus lalu lintas tetap lancar berkat pengaturan aparat gabungan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Imlek dan CGM 2026 Kecamatan Bengkayang Aguspinus (Djap Se Fong) menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bengkayang, para donatur, serta Yayasan Ariamarama Bengkayang atas dukungan terhadap penyelenggaraan perayaan Imlek dan Cap Go Meh tahun ini.

Ia mengatakan perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh merupakan tradisi leluhur yang diwariskan kepada generasi penerus masyarakat Tionghoa dan dilestarikan setiap tahun. Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat toleransi dan menghargai keberagaman adat, tradisi, dan seni budaya.

"Kehadiran tatung menjadi daya tarik tersendiri karena merupakan ritual keagamaan dalam ajaran Taoisme yang terdapat pada aliran Buddha Tridharma. Ritual pawai tatung bertujuan memohon kepada para dewa agar mengusir energi negatif serta mendatangkan keselamatan dan rezeki bagi masyarakat," ujarnya.


Pengaman festival Cap Go Meh di Bengkayang, Kalbar (ANTARA/Narwati)


Staf Ahli Kemasyarakatan dan SDM Erlianus menyatakan pawai tatung tidak sekadar atraksi budaya, tetapi juga simbol harmoni di tengah keberagaman masyarakat Bengkayang.

“Perayaan Cap Go Meh bukan hanya milik satu etnis, melainkan sudah menjadi kekayaan budaya seluruh masyarakat Bengkayang. Kehadiran kita semua menjadi bukti bahwa daerah ini adalah rumah yang aman dan nyaman bagi keberagaman,” katanya.

Ia juga mengapresiasi dedikasi panitia serta para tatung yang telah menjalani ritual persiapan. Menurutnya, atraksi tatung merupakan warisan budaya tak benda yang memiliki daya tarik wisata, termasuk bagi wisatawan mancanegara.

Erlianus berharap perayaan budaya tersebut semakin memperkuat sektor pariwisata daerah. Potensi ini juga dapat melengkapi daya tarik alam seperti Riam Berawatn, Pulau Lemukutan, dan PLBN Jagoi Babang.

“Semoga semangat perayaan ini membawa keberkahan, kemakmuran, dan kedamaian bagi seluruh masyarakat Bengkayang,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)