Spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes Eka Hospital BSD Tangerang Prof Hari Hendarto. Foto: Antara.
Sederet Dampak Positif Puasa Bagi Penderita Diabetes
Anggi Tondi Martaon • 4 March 2026 09:23
Jakarta: Spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes Eka Hospital BSD Tangerang Prof Hari Hendarto membeberkan sejumlah dampak puasa ramadan bagi penderita diabetes jika dilakukan dengan benar. Salah satunya, memberikan dampak positif bagi sistem hormonal penderita diabetes.
"Puasa bagi penderita diabetes juga meningkatkan sensitivitas insulin. Sebab Puasa membantu sel-sel tubuh menjadi lebih peka terhadap insulin, sehingga gula darah lebih mudah dikelola," kata Hari dikutip dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026.
Manfaat lain yang diperoleh oleh penderita diabetes saat menjalankan ibadah puasa yaitu penurunan berat badan yang sehat. Sebab, selama puasa akan mengurangi lemak visceral yang menjadi musuh utama diabetes.
Lalu, memperbaiki rata-rata kadar gula darah (HbA1c) secara bertahap, membantu menurunkan tekanan darah, serta mengurangi risiko komplikasi kardiovaskular.
Secara medis, mayoritas penyandang diabetes tipe 2 yang gula darahnya terkontrol dengan baik diperbolehkan berpuasa. Namun keputusan ini harus berdasarkan anjuran dan pantauan dokter.
Selain itu, Hari menjelaskan cara aman berpuasa bagi penderita diabetes adalah memantau gula darah secara mandiri dan rutin saat pagi, siang dan sore. Menurut dia, tes darah jari tidak membatalkan puasa menurut fatwa medis dan agama.
Terapkan pola 2-4-2 yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam dan dua gelas saat sahur untuk mencegah dehidrasi yang bisa memperburuk kondisi ginjal.
Segera batalkan puasa jika gula darah berada di bawah 70 mg/dL atau melonjak di atas 300 mg/dL. Nyawa dan kesehatan adalah prioritas utama dalam beribadah.
"Jangan pernah mengubah dosis obat atau insulin sendiri. Biasanya, dokter akan menyarankan pengurangan dosis obat saat sahur untuk mencegah hipoglikemia di siang hari, dan penyesuaian dosis saat berbuka," katanya.
.jpg)
Ilustrasi diabetes. Foto: Shutterstock.
Sementara itu untuk asupan nutrisi yang tepat bagi penderita diabetes saat sahur lebih fokus pada karbohidrat kompleks seperti nasi merah, gandum dan sayuran yang melepaskan gula secara perlahan. Lalu ditambah protein berkualitas agar kenyang lebih lama.
Saat berbuka diimbau hindari fenomena balas dendam. Mulailah dengan air putih dan maksimal 3 butir kurma.
Hindari gorengan dan kolak manis secara berlebihan. Makanlah secara bertahap agar pankreas tidak kaget.
"Puasa bisa menjadi momen transisi yang hebat untuk memperbaiki pola hidup dan kesehatan metabolisme namun, karena setiap penderita diabetes memiliki kondisi yang sangat personal, sehingga pendampingan atau konsultasi dari ahli adalah kunci utama keselamatan," ujar Hari.