Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (ANTARA/Andi Firdaus)
Menag: Nuzulul Quran Digelar di Istana Negara
Achmad Zulfikar Fazli • 4 March 2026 19:15
Jakarta: Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan peringatan Nuzulul Quran akan digelar di Istana Negara, Jakarta. Hal ini disampaikan Nasaruddin setelah menerima arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait lokasi pelaksanaan acara tersebut.
"Saya baru saja menghadap Bapak Presiden untuk membicarakan persiapan Nuzulul Quran. Jadi, Insyaallah Nuzulul Quran yang akan datang dilaksanakan di Jakarta, tepatnya di Istana Negara," ujar Nasaruddin saat memberikan pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dilansir dari Antara, Rabu, 4 Maret 2026.
Nasaruddin menjelaskan terdapat alternatif lokasi tempat pelaksanaan peringatan Nuzulul Quran, seperti di Ibu Kota Nusantara (IKN), Masjid Istiqlal, maupun Istana Kepresidenan. Dia mengatakan berdasarkan petunjuk Presiden, kegiatan itu diputuskan dilaksanakan di Istana Negara.
Nasaruddin mengatakan dalam pertemuan tersebut juga dibahas penjadwalan pembayaran zakat Presiden Prabowo dan para pejabat yang akan berlangsung di Istana Negara.
Baca Juga:
Menag Laporkan Rencana Nuzulul Quran ke Prabowo |

Ilustrasi Istana Kepresidenan Jakarta. Foto: MI/Saskia AP
Pelaksanaan Takbiran di Bali
Dia juga melaporkan persiapan menjelang Lebaran, termasuk pelaksanaan kegiatan takbiran yang bertepatan dengan Hari Raya Nyepi di Bali pada 19 Maret 2026. Dia menyebut telah ada kesepakatan dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat di Bali mengenai pelaksanaan takbiran agar tetap menghormati Nyepi.
Dalam kesepakatan tersebut, pelaksanaan Nyepi tetap berjalan sebagaimana mestinya. Sementara itu, takbiran diperbolehkan tanpa menggunakan pengeras suara dan dibatasi mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA.
"Takbir itu tidak bertentangan dengan Nyepi, cuma syaratnya ya Nyepinya berjalan, tetapi takbirnya juga berjalan, cuma tidak pakai sound system dan dibatasi waktunya dari jam 18.00 sampai jam 21.00 (WITA)," kata Menag.
Di samping itu, Nasaruddin menyampaikan perbedaan waktu Hari Raya Idulfitri merupakan hal yang lazim terjadi di Indonesia dan penetapan tanggal akan menunggu hasil Sidang Isbat.
"Dan Lebarannya juga, perbedaan itu kita terima sebagai suatu hal yang biasa di Indonesia. Nanti kita akan lihat Sidang Isbat penentuannya kapan pastinya Idulfitri," ucap dia.