Peta prediksi curah hujan probabilistik di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada dasarian II September 2026. ANTARA/HO-BMKG
BMKG Prediksi Tiga Wilayah NTB Berpeluang Hujan di Tengah El Nino
Silvana Febiari • 11 September 2026 16:53
Mataram: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut tiga wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) masih berpeluang hujan dalam 10 hari ke depan. Peluang hujan tersebut terjadi di tengah kondisi kemarau yang diperkuat fenomena El Nino.
Prakirawan Stasiun Klimatologi NTB Suci Agustiarini mengatakan peluang hujan sebagian besar sangat rendah kurang dari 10 persen pada dasarian II September atau periode 11 hingga 20 September.
"Peluang hujan lebih dari 20 milimeter per dasarian sebesar 10 sampai 40 persen diprediksi terjadi di sebagian wilayah Kota Mataram, Lombok Barat dan Sumbawa," ujar Suci, dilansir dari Antara, Kamis, 11 September 2026.
Suci menjelaskan peluang hujan tersebut muncul karena aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang Equatorial Rossby (ER) yang berpotensi memicu pembentukan awan. Kondisi ini terjadi di tengah pengaruh El Nino yang berada pada kategori sangat kuat dengan indeks Nino3.4 sebesar +2,74 derajat Celsius.
Ia mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak kekeringan yang timbul saat musim kemarau. Apalagi, El Nino diprediksi bertahan hingga awal tahun 2027.

Ilusrasi kekeringan. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/nym.
Pada dasarian I September 2026, kondisi curah hujan NTB secara umum berada pada kategori rendah, yakni 0 hingga 50 milimeter per dasarian. Curah hujan tertinggi tercatat di Pos Hujan Empang, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, sebesar 38 milimeter per dasarian.
Sementara itu, hari tanpa hujan (HTH) berturut-turut di sejumlah wilayah NTB telah mencapai kategori sangat panjang hingga kekeringan ekstrem. HTH terpanjang tercatat oleh Pos Hujan Bolo dan Belo di Kabupaten Bima selama 115 hari.
BMKG mencatat jumlah daerah yang masuk status level awas kekeringan meteorologis sebanyak delapan kabupaten dan satu kota, kecuali Kota Mataram. Jumlah kecamatan yang berstatus awas kekeringan mencapai 34 kecamatan.