Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo. Dok. Istimewa
3 Jenazah ASN Korban Penembakan di Jayawijaya Dipulangkan ke Kampung Halaman
Muhammad Adyatma Damardjati • 10 September 2026 21:02
Jakarta: Polisi memulangkan tiga jenazah aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang menjadi korban penembakan ke kampung halaman masing-masing. Bersamaan dengan proses evakuasi jenazah, polisi mengimbau warga setempat tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh insiden berdarah ini.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan satu jenazah, WB, telah diberangkatkan menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis malam, 10 September 2026. Dua jenazah lainnya masih berada di Jayawijaya sembari menunggu persiapan penerbangan untuk dipulangkan ke Maumere dan Toraja.
"Dari Wamena transit di Jayapura, Sentani, lalu malam ini berangkat ke Makassar. Selanjutnya dari Makassar ke Jakarta dulu. Tengah malam nanti pukul 02.00 dini hari akan diberangkatkan ke Kupang, ke Bandara El Tari, dan direncanakan besok pagi sekitar pukul 07.00 waktu setempat akan tiba di bandara," jelas Yusuf dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.
%2C%20satu%20dari%20tiga%20korban%20penembakan%20KKB%20di%20Muliama%20dievakuasi%20ke%20Jayapura%20dan%20selanjutnya%20diterbangkan%20ke%20Kupang%2C%20Nusa%20Tenggara%20Timur%2C%20untuk%20dimakamkan%20di%20kampung%20halamannya_%20ANTARA_HO_Dok%20Polsek%20Bandara%20Sentani).jpg)
Jenazah Wili Mbuik (26), satu dari tiga korban penembakan KKB di Muliama dievakuasi ke Jayapura dan selanjutnya diterbangkan ke Kupang, Nusa Tenggara Timur, untuk dimakamkan di kampung halamannya. ANTARA/HO/Dok Polsek Bandara Sentani)
Di tengah proses pemulangan jenazah, kepolisian meminta masyarakat Jayawijaya untuk memercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
Polisi mendorong partisipasi aktif warga untuk berani melapor apabila memiliki informasi sekecil apa pun terkait identitas dan keberadaan komplotan pelaku.
"Manakala ada masyarakat yang punya informasi terkait dengan hal tersebut, bisa disampaikan ke aparat kepolisian dan kita jamin kerahasiaan dari pemberi informasi ini, agar kasus ini dapat segera kita ungkap dan kita tangkap para pelaku," ujar Yusuf.