Kebakaran vegetasi di area Savana Pengol yang berada di dalam wilayah konservasi Gunung Bromo pada Kamis sore, 10 September 2026/istimewa.
Karhutla Savana Pengol, Akses Malang-Lumajang Tetap Dibuka
Daviq Umar Al Faruq • 11 September 2026 13:49
Malang: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Savana Pengol di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, tidak mengganggu akses transportasi regional yang menghubungkan Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang.
Balai Besar TNBTS memastikan jalur lintas kabupaten melalui Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, dan Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, masih dapat dilalui masyarakat.
"Akses transportasi Malang–Lumajang melalui wilayah Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Senduro tetap dapat dilalui," kata Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, Jumat, 11 September 2026.
Jalur utama antarkabupaten tersebut masih beroperasi secara normal. Selain akses transportasi, destinasi wisata Ranu Regulo juga tetap dibuka bagi pengunjung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Kegiatan kunjungan wisata ke Ranu Regulo tetap dapat dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," imbuh Rudijanta.
Meski arus lalu lintas antarkabupaten masih berjalan, masyarakat dan pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi kawasan tersebut.
Pengendara diimbau berhati-hati terhadap kemungkinan perubahan cuaca dan arah angin. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu munculnya titik api baru di kawasan TNBTS.
"Dalam pelaksanaannya, masyarakat dan pengunjung agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran serta tidak melakukan aktivitas dalam bentuk apapun yang dapat memicu munculnya titik api baru di kawasan TNBTS," tegas Rudijanta.
Sementara itu, akses menuju lokasi pemadaman Savana Pengol dibatasi secara ketat. Jalur tersebut hanya diperuntukkan bagi mobilisasi petugas, mitra, dan relawan kebencanaan yang terlibat dalam penanganan karhutla.
"Masyarakat dan pengunjung dimohon untuk tidak mendekati lokasi kebakaran serta senantiasa memperhatikan informasi resmi yang disampaikan oleh Balai Besar TNBTS," jelas Rudijanta.

Tim gabungan berusaha memadamkan api yang masih menyala di kawasan TNBTS. ANTARA/HO-BPBD Probolinggo
Rudijanta menegaskan seluruh panduan keselamatan perlu dipatuhi masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata, dan pihak terkait. Penanganan karhutla juga membutuhkan kerja sama antara petugas dan warga sekitar.
"Demikian pengumuman ini disampaikan kepada masyarakat, pengunjung, pelaku jasa wisata, dan pihak-pihak terkait untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab," tegas Rudijanta.
Sebelumnya, karhutla melanda kawasan Balai Besar TNBTS, tepatnya di Savana Pengol yang berada dalam wilayah konservasi Gunung Bromo.
Kebakaran diketahui pada Kamis sore, 10 September 2026. Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, membenarkan insiden tersebut. Ia mengatakan petugas pertama kali mendeteksi titik api pada Kamis sore. Adapun penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan.
"Terkait kejadian kebakaran di kawasan Bromo, untuk sementara kami sampaikan bahwa benar telah terjadi kebakaran di kawasan Savana Pengol. Berdasarkan informasi awal, kejadian diketahui pada Kamis sore, 10 September 2026," kata Endrip.