Tok! Lebaran 21 Maret, Ini Bacaan Takbir Hari Raya Idul Fitri

Ilustrasi: Freepik

Tok! Lebaran 21 Maret, Ini Bacaan Takbir Hari Raya Idul Fitri

Riza Aslam Khaeron • 19 March 2026 20:05

Jakarta: Pemerintah melalui sidang isbat yang digelar Kementerian Agama pada 19 Maret 2026 menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah atau Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan ini didasarkan pada hasil hisab dan rukyatul hilal yang dilakukan di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.

Di hari istimewa tersebut, terdapat sejumlah kesunnahan yang dianjurkan, salah satunya yakni memperbanyak membaca takbir.

Lantas, bagaimana bacaan takbir Idul Fitri? Berikut ulasannya:
 

Bacaan Takbir Idul Fitri (Versi Pendek)

Melansir NU Online, bacaan takbir Idul Fitri memiliki dasar yang jelas dalam literatur fikih, khususnya dalam mazhab Syafi’i.

Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab menjelaskan bahwa bentuk takbir yang dianjurkan adalah dibaca sebanyak tiga kali berturut-turut, sebagaimana dinukil dari Imam As-Syafi’i dan menjadi pendapat yang masyhur di kalangan ulama Syafi’iyah.

Lafal yang dimaksud adalah:



Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar."

Selain itu, terdapat bentuk takbir yang lazim dibaca oleh masyarakat dan dinilai tidak bermasalah oleh ulama, yaitu:



Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allahu akbar wa lillaahil hamd.

Artinya: "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah. Allah Maha Besar. Segala puji bagi-Nya."
 
Baca Juga:
Resmi! Hari Raya Idulfitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026
 

Bacaan Takbir Idul Fitri (Versi Panjang)

Melansir Dompetdhuafa.org, berikut adalah bacaan takbir panjang yang umum dikumandangkan:


Allahu akbar Allahu akbar Allahu akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar, Allahu akbar wa lillaahil hamd. Allahu akbar kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wa subhaanallaahi bukratan wa ashiilaa. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah wa nashara 'abdah wa a'azza jundah wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaah, walaa na'budu illaa iyyaah mukhlishiina lahud diina walau karihal kaafiruun. Allaahumma shalli 'alaa sayyidinaa Muhammad wa 'alaa aali sayyidinaa Muhammad wa 'alaa ashhaabi sayyidinaa Muhammad wa 'alaa anshaari sayyidinaa Muhammad.

Artinya:

"Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah. Allah Maha Besar dengan sebenar-benarnya kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah pada waktu pagi dan petang. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, yang menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, memuliakan pasukan-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya sendirian. Tiada Tuhan selain Allah. Kami tidak menyembah selain kepada-Nya dengan memurnikan agama bagi-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya. Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad, keluarga beliau, para sahabat beliau, dan para penolong beliau."

Takbir Idul Fitri dianjurkan untuk dikumandangkan sejak terbenamnya matahari pada malam 1 Syawal hingga sebelum pelaksanaan shalat Id. Anjuran ini merujuk pada perintah untuk mengagungkan Allah setelah menyempurnakan ibadah puasa Ramadan, sebagaimana termuat dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.

Melalui lantunan takbir, umat Islam tidak hanya mengekspresikan kebahagiaan menyambut hari kemenangan, tetapi juga menegaskan rasa syukur atas nikmat yang telah diberikan. Momentum ini sekaligus menjadi ajakan untuk memperbanyak kebaikan, mempererat silaturahmi, serta saling memaafkan dalam suasana Idul Fitri yang penuh berkah.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)