Bandara Lombok Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran pada 29 Maret

Suasana di dalam pesawat saat persiapan terbang Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat di Lombok Tengah, Minggu (22/3/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi.

Bandara Lombok Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran pada 29 Maret

Lukman Diah Sari • 22 March 2026 15:06

Lombok Tengah: PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), memprediksi puncak arus balik Lebaran 2026 pada 29 Maret 2026 atau H+7. Berdasarkan data pada posko terpadu lebaran, puncak arus mudik terjadi pada 18 Maret 2026 dengan jumlah penumpang 10.559 yang terdiri dari kedatangan 6.042 orang dan keberangkatan 4.517 orang.

"Total pergerakan penumpang sejak 13-21 Maret 2026 sebanyak 77.744 penumpang yakni kedatangan 43.701 orang dan keberangkatan 34.043 orang," ungkap Humas Bandara Internasional Lombok Hidya Putri Ramadhina di Lombok Tengah, NTB, Minggu, 22 Maret 2026, melansir Antara.


Suasana di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Metrotvnews.com/ Hendrik S

Ia mengatakan berdasarkan update data extra flight periode Angkutan Udara Lebaran 1447 Hijriah di Bandara Internasional Lombok per 15 Maret 2026, terdapat 14 pengajuan extra flight. Adapun tujuan penambahan penerbangan yang diajukan pada periode arus mudik lebaran ini Jakarta-Lombok, Lombok-Jakarta dan Surabaya-Lombok.

"Ada tiga maskapai yang mengajukan, yaitu Lion Air, Citilink dan Garuda Indonesia," kata HIdya.

Sebelumnya, Polres Lombok Tengah memperketat pengamanan di kawasan Bandara Internasional Lombok pada arus mudik dan balik libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kapolres Lombok Tengah Eko Yusmiarto mengatakan peningkatan pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya aktivitas penumpang di Bandara Internasional Lombok maupun di kawasan lainnya menjelang libur Lebaran.

“Bandara Internasional Lombok merupakan pintu utama masuk menuju Pulau Lombok, sehingga membutuhkan pengamanan yang maksimal, terlebih saat menjelang libur lebaran di mana mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat,” katanya .

Ia menjelaskan pengamanan tersebut melibatkan personel gabungan yang tergabung dalam Pos Terpadu Bandara Lombok Ketupat Rinjani. Selain melakukan pengawasan di area publik, petugas juga melaksanakan patroli rutin guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

"Selain pengamanan, kami juga memberikan pelayanan kepada masyarakat di Pos Terpadu, seperti membantu penumpang yang membutuhkan informasi serta memastikan kelancaran arus keluar masuk penumpang di bandara," katanya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)