Ilustrasi perdagangan saham di BEI. Foto: dok MI/Usman Iskandar.
IHSG Ditutup ke Level 7.022
Ade Hapsari Lestarini • 16 March 2026 17:38
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan sore ini masih berada di zona merah. IHSG turun terimbas konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Berdasarkan data RTI, Senin, 16 Maret 2026, IHSG sore turun 114,924 poin atau setara 1,61 persen ke posisi 7.022. IHSG sebelumnya sempat dibuka ke level 7.115. Sementara itu, IHSG juga berada di level terendah 6.917 dan tertinggi di posisi 7.120.
Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 32,073 miliar senilai Rp15,984 triliun. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12,439 triliun dengan frekuensi sebanyak 1.674.897 kali.
Sore ini, tercatat sebanyak 180 saham bergerak menguat. Sementara itu, sebanyak 542 saham melemah, dan 98 saham lainnya stagnan.
Konflik AS-Iran
"Kiwoom Research masih menyarankan untuk perbanyak sikap wait and see, simpan lebih banyak cash demi mengantisipasi gejolak global selama IDX tidak beroperasi (libur lebaran)," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya, dilansir Antara.
Sementara dari mancanegara, fokus pelaku pasar pada pekan ini, tertuju pada pertemuan FOMC The Fed pada 17-18 Maret 2026, yang akan merilis proyeksi ekonomi terbaru dan memberi sinyal arah suku bunga di tengah lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: dok MI/Susanto.
Lonjakan harga energi mulai mengubah ekspektasi kebijakan moneter global, yang mana pasar memperkirakan kurang dari satu kali pemangkasan suku bunga The Fed hingga akhir tahun, menurun dari ekspektasi dua kali pemangkasan sebelum perang pecah.
Selain itu, data ekonomi AS menunjukkan kombinasi pertumbuhan yang melambat dan inflasi yang masih tinggi. PDB AS kuartal IV 2025 direvisi turun menjadi 0,7 persen, sementara core PCE Januari naik 3,1 persen, jauh di atas target inflasi The Fed sebesar dua persen.
"Kondisi ini meningkatkan risiko bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama," ujar Liza.
Investor pantau perang AS-Iran
Di sisi lain, pelaku pasar masih memantau perkembangan perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS), termasuk potensi serangan lanjutan terhadap fasilitas energi dan upaya membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz.
Selain itu, perhatian tertuju pada kemungkinan pembicaraan Israel-Lebanon terkait gencatan senjata Hezbollah.
Sementara itu, hubungan ekonomi Tiongkok-AS disorot melalui pembahasan mekanisme Board of Trade dan Board of Investment menjelang rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Pejabat ekonomi AS dan Tiongkok mengadakan pembicaraan di Paris yang membahas peningkatan perdagangan di sektor pertanian, energi, dan mineral kritis menjelang rencana pertemuan Trump dan Xi Jinping pada akhir Maret 2026.
Sekutu AS di kawasan Asia Pacific menyepakati investasi energi sekitar USD57 miliar melalui 22 kesepakatan dengan perusahaan AS dalam Indo-Pacific Energy Security Forum di Tokyo.
Kesepakatan ini mencerminkan upaya AS memperkuat keamanan energi sekutu dan menambah pasokan global di tengah gangguan pasokan akibat perang Iran dan penutupan Selat Hormuz. Jepang juga menyatakan minat meningkatkan pembelian minyak AS.