Presiden Prabowo Subianto. Dok. Istimewa
Prabowo Tegaskan Program MBG Tak akan Dihentikan
M Ilham Ramadhan Avisena • 22 March 2026 19:34
Jakarta: Presiden Prabowo Subianto menegaskan program makan bergizi gratis (MBG) tetap akan dijalankan, meski mendapat kritik terkait besarnya kebutuhan anggaran di tengah tekanan fiskal. Dia menyebut program tersebut sebagai prioritas utama, karena menyasar persoalan mendasar, yakni kondisi gizi anak-anak di berbagai daerah.
"Saya akan bertahan. Sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan," ujar Prabowo saat berdiskusi dengan sejumlah tokoh yang disiarkan di YouTube Prabowo Subianto, dikutip pada Minggu, 22 Maret 2026.
Prabowo mengaku menyaksikan langsung persoalan stunting saat turun ke lapangan selama masa kampanye. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi alasan kuat untuk mempertahankan program tersebut.
"Saya lihat, saya kampanye sekalian kali di desa-desa saya lihat. Anak umurmu berapa? 11 tahun, badannya anak 4 tahun," jelas dia.
Dia menegaskan keyakinannya kebijakan tersebut berada di jalur yang benar, sekaligus mempertaruhkan kepemimpinannya pada hasil program tersebut dalam beberapa tahun ke depan.
"Saya yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya 2029, kita lihat," tutur dia.
Di tengah kekhawatiran soal tekanan fiskal, Prabowo menolak wacana penghentian program tersebut. Dia menilai masih banyak ruang efisiensi di sektor lain yang bisa dilakukan pemerintah.
"Jadi jangan ke arah, 'oke ada krisis nanti kita hentikan MBG'. Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat," kata dia.
.jpeg)
Ilustrasi makan bergizi gratis. Metrotvnews.com/Siti Yona
Baca Juga:
Presiden Prabowo Pastikan Seluruh Kritik Masyarakat Soal Program MBG Didengar |
Dia juga mengeklaim program tersebut memiliki dampak ekonomi jangka panjang yang signifikan, merujuk pada kajian lembaga internasional.
Menurut Prabowo, manfaat tersebut tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga menyangkut pembangunan kualitas sumber daya manusia. "Jadi, this is strategic. Ini untuk human capital kita," ungkap dia.
Namun, dia mengakui masih terdapat berbagai kekurangan dalam pelaksanaan program, termasuk temuan sejumlah fasilitas yang harus ditutup.
"Ada lebih dari seribu (SPPG) yang sudah kita tutup," jelas Prabowo.
Dia menekankan kebutuhan program tersebut sangat besar, terutama di daerah luar Jawa yang masih membutuhkan intervensi pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat.
Prabowo menyoroti tantangan di lapangan yang tidak hanya berkaitan dengan distribusi makanan, tetapi juga kebiasaan hidup sehat masyarakat.
"Bagaimana kita harus yakinkan mereka. Cuci tangan, kalau mau makan pakai tangan. Kita sudah bagi sendok-sendok plastik," ujar dia.