Dokumen mudik gratis Pemkab Sumenep pada Lebaran 2025 (ANTARA/ HO-Pemkab Sumenep)
Pemkab Sumenep Gelar Mudik Gratis untuk Perantau di Jakarta, Ini Cara Daftarnya
Whisnu Mardiansyah • 24 February 2026 15:18
Sumenep: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur, kembali menggelar program mudik gratis bagi warganya yang merantau di Jakarta dan hendak pulang ke kampung halaman pada Idulfitri 1447 Hijriah. Program ini bertujuan meringankan beban biaya transportasi para perantau saat Lebaran.
"Program mudik gratis ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah bagi warga Sumenep yang merantau dan ingin pulang ke kampung halamannya saat Lebaran," kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di Sumenep seperti dilansir Antara, Selasa, 24 Februari 2026.
Bupati menjelaskan, rombongan mudik gratis akan diberangkatkan dari Jakarta menuju Sumenep pada Sabtu, 14 Maret 2026, sekitar pukul 05.30 WIB. Titik kumpul keberangkatan berada di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, dan akan tiba di Pendopo Keraton Sumenep .
Warga Sumenep yang berminat diimbau segera mendaftarkan diri secara daring melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumenep. Calon peserta cukup menyertakan kartu identitas diri sebagai syarat pendaftaran.
"Silakan mendaftar mulai saat ini secara daring ke Dishub Pemkab Sumenep. Program ini gratis, tidak dipungut biaya sepeserpun," katanya.
Bupati menegaskan program ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warganya yang merantau, terutama mereka yang terkendala biaya untuk pulang kampung.
"Karena terkadang ada perantau yang ingin pulang, akan tetapi karena terkendala biaya, mereka harus gagal berkumpul dengan sanak famili dan keluarganya saat Lebaran. Karena itu, program mudik gratis bagi perantauan ini kami gelar," katanya.
Ia menambahkan biaya transportasi yang cukup mahal menjadi pertimbangan utama Pemkab Sumenep untuk menghadirkan program ini.

Ilustrasi. Foto: Dok MI
"Dengan adanya program mudik gratis ini, warga perantauan dapat pulang ke Sumenep tanpa harus memikirkan biaya. Kami ingin memastikan masyarakat bisa berkumpul dengan keluarga tanpa terbebani ongkos perjalanan," katanya.
Terkait jumlah armada, bupati menyatakan akan menyesuaikan dengan jumlah pendaftar yang masuk.
"Kalau pada Lebaran tahun lalu, kami mengoperasikan sebanyak enam armada bus. Bisa saja tahun ini lebih dari enam bus, karena jumlah armada yang akan kami operasikan menyesuaikan dengan jumlah pendaftar," katanya.