Kena Gangguan Jantung, ABK Filipina Dievakuasi di Perairan Bali

Tim SAR Gabungan evakuasi medis ABK WNA Filipina di Perairan Bali, Denpasar, Jumat, 27 Februari 2026. ANTARA/ho-Basarnas Bali

Kena Gangguan Jantung, ABK Filipina Dievakuasi di Perairan Bali

Silvana Febiari • 28 February 2026 00:58

Denpasar: Kantor Basarnas Bali bersama tim SAR gabungan berhasil melakukan evakuasi medis terhadap anak buah kapal (ABK) yang terkena gangguan jantung di perairan Bali. Korban merupakan warga negara (WN) Filipina bernama Carl Mauricio Montevirgen (45).

“Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu orang ABK Kapal Kool Ice yang mengalami gangguan jantung di perairan Bali,” ucap Koordinator Lapangan Basarnas Bali Arif Yuliyanto, dikutip dari Antara, Jumat, 27 Februari 2026. 

Setelah dilaporkan mengalami gangguan jantung, sekitar pukul 09.50 WITA, Tim Rescue Kantor Basarnas Bali, ABK KN SAR Arjuna, beserta delapan personel potensi SAR bergerak menuju titik koordinat menggunakan RIB 02 Denpasar. Tim yang berangkat dari Pelabuhan Benoa tiba di titik intercept pada koordinat 8°46.351'S - 115°14.884'E sekitar pukul 10.20 WITA.
 


Selanjutnya, tim SAR melakukan evakuasi medis terhadap WN Filipina tersebut. Namun, gelombang di perairan Bali cukup tinggi saat hendak memindahkan korban ke darat, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

“Upaya pemindahan korban sempat mengalami kesulitan karena gelombang cukup keras, tetapi berhasil dievakuasi dari kapal. Selanjutnya korban dibawa ke Dermaga Disnav Pelabuhan Benoa untuk pemeriksaan awal oleh petugas BBKK Benoa,” ujar Arif.


Tim SAR Gabungan evakuasi medis ABK WNA Filipina di Perairan Bali, Denpasar, Jumat, 27 Februari 2026. ANTARA/ho-Basarnas Bali


Korban dan tim berhasil sandar dengan RIB 02 Denpasar sekitar pukul 11.00 WITA. Setelah pemeriksaan awal, korban dirujuk ke RS Siloam untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Kegiatan berjalan lancar, pasien sudah dilakukan evakuasi medis dan dibawa ke RS Siloam untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut, pukul 11.10 WITA target dirujuk menggunakan ambulans Siloam,” ungkapnya.

Setelah proses evakuasi medis berhasil, Basarnas Bali menutup operasi SAR. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.

Operasi SAR ini melibatkan Kantor Basarnas Bali, TNI AL, Polairud Mabes Polri, Ditpolairud Polda Bali, VTS Pelabuhan Benoa, Imigrasi Pelabuhan Benoa, BBKK Pelabuhan Benoa, Tim Medis RS Siloam, serta agen kapal PT Trans Cakrawala.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)