Waspada Kemarau Ekstrem, Warga Lebak Diminta Siaga Ancaman Diare dan ISPA

Ilustrasi kemarau. Foto: Medcom.id.

Waspada Kemarau Ekstrem, Warga Lebak Diminta Siaga Ancaman Diare dan ISPA

Silvana Febiari • 19 April 2026 13:38

Lebak: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit diare dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Imbauan ini disampaikan seiring kemarau ekstrem atau Godzilla El Nino yang diprediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

"Kami berharap masyarakat membiasakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) untuk mencegah berbagai penyakit menular menghadapi cuaca kemarau ekstrem ini," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak Nining Tilawah, dilansir dari Antara, Minggu, 19 Appril 2026. 

Peringatan kewaspadaan tersebut disampaikan karena musim kemarau ekstrem berpotensi memicu penyakit menular seperti diare. Kondisi ini terjadi akibat berkurangnya sumber air bersih sehingga warga terpaksa menggunakan air yang tidak higienis, dengan potensi kasus yang merata di hampir semua kecamatan di Lebak.
 


Ia mengatakan masih banyak ditemukan masyarakat tidak memiliki sanitasi yang layak sehingga kebiasaan Buang Air Besar (BAB) sembarangan tinggi. "Kebiasaan perilaku buruk itu dapat menyebarkan penyakit diare," ujarnya.

Selain itu, kemarau juga dapat memicu gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Gejala yang muncul antara lain hidung tersumbat dan pilek, batuk kering tanpa dahak, demam ringan, hingga kesulitan bernapas dan warna kebiruan pada kulit akibat kekurangan oksigen.

"Penularan penyakit tersebut tentu membahayakan dan bisa mematikan jika tidak segera mendapatkan penanganan medis," ungkapnya.

Oleh karena itu PHBS dengan menjaga kebersihan lingkungan serta menggunakan air bersih sangat penting untuk mencegah penyebaran penyakit. Daya tahan tubuh juga perlu dijaga dengan mengonsumsi makanan bergizi seperti sayur dan buah, serta cukup istirahat.

"Kami meyakini jika PHBS menjadi budaya hidup, juga mengonsumsi makanan yang bergizi akan terhindar dari penyebaran diare dan ISPA," ujar Nining.


Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Banten Nining Tilawah. ANTARA/Mansur


Untuk itu pihaknya menginstruksikan seluruh petugas puskesmas di 28 kecamatan mengoptimalkan sosialisasi kebiasaan hidup kesehatan kepada masyarakat di wilayahnya masing-masing, termasuk soal PHBS dan kebersihan lingkungan. Selain itu air minum dimasak matang, sebelum makan terlebih dahulu mencuci tangan, serta tidak merokok serta minuman keras dan tidak begadang.

Selama ini, kata dia, pola hidup sehat dinilai lebih efektif untuk mencegah penyebaran penyakit musim kemarau. "Kami menginstruksikan petugas medis puskesmas agar mewaspadai penyakit menular menghadapi musim kemarau ekstrem," ucap Nining.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)