Wall Street Tebar Cuan Berlimpah Lagi, S&P 500 Cetak Rekor!

Ilustrasi perdagangan saham di Wall Street. Foto: Xinhua/Liu Yanan.

Wall Street Tebar Cuan Berlimpah Lagi, S&P 500 Cetak Rekor!

Husen Miftahudin • 18 April 2026 08:26

New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), didorong oleh penurunan tajam harga minyak global dan meredanya ketegangan geopolitik, dengan S&P 500 melampaui angka 7.100 untuk pertama kalinya.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 18 April 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 1,79 persen menjadi 49.447,43. Indeks S&P 500 bertambah 1,2 persen menjadi 7.126,06. Indeks Nasdaq Composite meningkat sebesar 1,52 persen menjadi 24.468,48, mengamankan tren positif terpanjangnya sejak 1992.

Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir positif. Sektor barang konsumsi non-esensial dan industri memimpin kenaikan, masing-masing naik 1,97 persen dan 1,82 persen. Sementara itu, sektor energi dan utilitas menjadi satu-satunya sektor yang tertinggal, masing-masing turun 2,94 persen dan 0,42 persen.
 

Baca juga: Wall Street Naik Tipis di Tengah Harapan Perdamaian AS-Iran
 

Didorong sentimen pembukaan kembali Selat Hormuz


Sentimen pasar mendapat dorongan besar menyusul pengumuman terkait keamanan maritim di Timur Tengah. Pembukaan kembali Selat Hormuz memicu aksi jual besar-besaran di pasar energi.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei anjlok USD10,84 atau 11,45 persen menjadi USD83,85 dolar per barel di New York Mercantile Exchange. Demikian pula, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun USD9,01 atau 9,07 persen menjadi USD90,38 dolar per barel di London ICE Futures Exchange.

Transisi cepat dari kondisi jenuh jual ke jenuh beli pada indeks-indeks utama AS juga menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan reli tersebut.

"Transisi cepat pasar saham selama 12 hari dari kondisi jenuh jual ke jenuh beli menutupi realitas makro yang genting, terutama mengingat ancaman berkelanjutan harga minyak mentah di atas USD90 per barel," kata Craig Johnson, kepala teknisi pasar Piper Sandler.


(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
 

Pergerakan harga saham


Penurunan tajam biaya bahan bakar memicu lonjakan kuat pada saham-saham yang sangat rentan terhadap gangguan rantai pasokan dan perjalanan.

Saham operator kapal pesiar dan maskapai penerbangan besar mengalami kenaikan signifikan, yang ditunjukkan oleh lonjakan 7,34 persen untuk Royal Caribbean dan kenaikan 2,06 persen untuk Boeing. Saham-saham besar lainnya seperti Amazon dan Airbnb juga bergerak naik selama sesi perdagangan.

Dalam berita pendapatan perusahaan lainnya, Netflix mengalami penurunan tajam dalam perdagangan setelah jam kerja pada Kamis menyusul rilis hasil operasional kuartalannya.

Meskipun melaporkan hasil kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan, saham raksasa streaming tersebut turun 9,72 persen pada Jumat karena investor mengalihkan fokus mereka ke prospek yang lebih lemah dari yang diantisipasi untuk kuartal kedua mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)