Berbenah Total, Dirut Ancol Ungkap Strategi Baru Jawab Perubahan Wisatawan

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Syahmudrian Lubis. Dok. Istimewa

Berbenah Total, Dirut Ancol Ungkap Strategi Baru Jawab Perubahan Wisatawan

Achmad Zulfikar Fazli • 20 April 2026 00:02

Jakarta: PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berkomitmen melakukan transformasi menyeluruh guna menjawab perubahan perilaku pengunjung. Mereka akan memodernisasi Ancol agar tetap relevan di masa depan, serta sesuai dengan tuntutan publik yang semakin mengutamakan pengalaman (experience).

Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Syahmudrian Lubis, mengatakan pihaknya akan menjalankan transformasi untuk menjawab perubahan perilaku wisatawan. Pihaknya tak lagi hanya berfokus pada peningkatan jumlah pengunjung, tapi juga nilai dan pengalaman yang dirasakan setiap wisatawan.

“Ancol akan bertransformasi menjadi integrated experience-driven ecosystem. Di mana kami menghadirkan perjalanan pengalaman pengunjung secara end-to-end di dalam kawasan Ancol,” ujar Syahmudrian, saat ditemui di Ancol, Jakarta Utara, Minggu, 19 April 2026.

Dia menjelaskan perubahan itu sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang meminta Ancol terus berbenah dan tetap relevan sebagai destinasi wisata unggulan, bahkan hingga puluhan tahun ke depan.

"Ini bukan suatu pekerjaan yang mudah bagi kami, untuk membuat Ancol ini tetap relevan di kemudian hari. Kenapa? Karena secara fundamental behavior pengunjung sudah berubah," ucap dia.

Menurut dia, perilaku pengunjung telah berubah signifikan. Masyarakat tidak lagi sekadar datang untuk rekreasi, tapi mencari koneksi, pengalaman, dan nilai yang di rasakan bersama keluarga.

Untuk mendukung transformasi tersebut, Ancol telah menyiapkan empat strategi utama. Pertama, menggeser fokus dari sekadar jumlah kunjungan menjadi penciptaan value bagi pengunjung.

Kedua, mengoptimalkan aset dan ekosistem kawasan seluas 533 hektar, yang masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Ketiga, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.

“Ke depan, setiap event dan program akan kami desain berdasarkan data. Mulai dari tren pengunjung hingga proyeksi ke depan,” ujar dia.


Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Syahmudrian Lubis. Dok. Istimewa

Baca Juga: 

Pramono Klaim Jakarta Layak Jadi Tuan Rumah Rallycross World Cup 2026

Keempat, pihaknya akan membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra lokal maupun global, untuk nantinya meningkatkan daya saing Ancol di tingkat internasional.

Selain itu, perusahaan juga memperkuat fondasi internal melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kemudian, penguatan budaya kerja berbasis pelayanan (service purpose), serta disiplin dalam mengeksekusi setiap rencana.

“Dengan strategi ini, kami ingin memastikan Ancol tidak hanya relevan hari ini. Tetapi juga menjadi destinasi unggulan dalam 50 hingga 100 tahun ke depan," kata dia.

Dalam pengembangan fisik, sambung Syahmudrian, Ancol tengah menyiapkan perluasan lahan seluas 65 hektare di kawasan utara. Selain membangun sejumlah infrastrutur baru, sebagian area akan dintegrasikan dengan depo MRT untuk mempermudah akses pengunjung.

"Harapan kami masyarakat Jakarta kalau pergi ke Ancol bisa langsung menggunakan MRT," ujar dia.

Saat ini, ungkap dia, pihaknya tengah membangun masjid terapung, untuk pengembangan wisata religius masyarakat. Ancol juga merencanakan pembangunan sirkuit, hingga fasilitas gaya hidup seperti olahraga padel dan area kebugaran di tepi pantai.

Di sisi atraksi, lanjut dia, Ancol akan mengembangkan konsep hiburan malam. Di antaranya, rencana menghadirkan beach club, event tematik seperti Disco 80-an.

"Ke depan, kami ingin Ancol menjadi pusat hiburan siang dan malam,” ucap Syahmudrian.

Dia menambahkan pihaknya juga tengah menjajaki pembukaan operasional Ancol selama 24 jam guna menjangkau segmen generasi muda, seperti Gen Z dan Gen Alpha yang memiliki pola aktivitas berbeda.

"Kalau seandainya kita bisa menyediakan ini untuk mereka, mereka bisa juga menikmati Ancol ini dan seisinya," terang dia.

Dari sisi kinerja, Ancol mencatat pendapatan sekitar Rp1,2 triliun pada 2025, dengan laba sekitar Rp100 miliar. Meski sempat mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, manajemen optimistis transformasi yang dilakukan akan mendorong peningkatan kinerja hingga Rp1,4 triliun pada periode berikutnya.

“Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kami ingin memastikan Ancol tetap relevan hingga 50 tahun ke depan," ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)