Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin). ANTARA/HO-Pesantren Tebuireng Jombang
Gus Kikin: Muktamar Ke-35 untuk Kembalikan NU ke Qonun Asasi
Achmad Zulfikar Fazli • 19 April 2026 21:58
Jombang: Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), mengatakan pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) untuk mengembalikan NU kepada Qonun Asasi (aturan dasar), yang dimiliki sejak awal berdiri.
“NU itu dikembalikan ke Qonun Asasi, ikuti aturan yang ada (AD/ART). NU itu harokah, NU itu gerakan, para muassis mengajarkan ukhuwah, persatuan, solid, dan memberi contoh yang baik," kata Gus Kikin dalam keterangan yang diterima di Jombang, dilansir dari Antara, Minggu, 19 April 2026.
Dia mengatakan NU adalah organisasi kemasyarakatan yang menjunjung tinggi ukhuwah atau persatuan. Sehingga, dia berharap NU memberikan contoh yang baik untuk warga.
Gus Kikin menyatakan kembali ke Qonun Asasi sangat ideal, karena NU akan kuat kalau ada ukhuwah, solid, dan memberi contoh baik.
Menurut dia, dengan fondasi seperti itu ada di tubuh organisasi, NU akan seperti dulu mampu menggerakkan masyarakat. Sebab, tidak ada kepentingan pribadi, tapi kepentingan bangsa dan negara.
Dia menambahkan para pemimpin NU pada generasi muassis/pendiri/perintis juga mendirikan NU sebagai respons atas kondisi global, karena Raja Arab Saudi saat itu memaksakan mazhab Wahabi kepada jemaah haji, dan berencana merusak situs bersejarah, seperti makam Rasulullah, sehingga dibentuk Komite Hijaz untuk mengirim delegasi ke sana.
Dia mengungkapkan saat pertemuan Komite Hijaz di Kertopaten, Surabaya, dibahas perlunya organisasi resmi untuk mengirim delegasi ke Raja Arab Saudi, sehingga disepakati nama Jamiyah Nahdlatul Ulama.
"Anggota jamiyah itu juga ada dari Mesir dan India yang bermukim di Surabaya. Jadi, NU itu sudah lama bersifat global dari sikap/tujuan dan anggota. NU juga bukan hanya pemikiran, tapi gerakan, karena itu ada Qonun Asasi,” kata Ketua PWNU Jatim tersebut.
_%20Foto-%20Medcom_id%20%20.jpeg)
Ilustrasi logo NU. Dok. Medcom
Baca Juga:
Presiden: Nahdlatul Ulama Selalu Ajarkan Persatuan Bangsa |
Terkait dengan Muktamar NU 2026 yang direncanakan digelar pada awal Agustus, Gus Kikin menegaskan siap menjalankan amanat jika dirinya diberi amanat.
Dia enggan disebut meminta untuk dipilih, karena memang tidak meminta. Hanya jika diberikan amanat, dia akan menjalankannya.
"Kalau saya didorong ya jalan, kan saya maju itu sebagai kewajiban ya sudah. Kalau tidak ada yang dorong ya nggak apa-apa, karena yang penting itu saya tidak meminta. Yang penting juga, jangan mendorong dengan menghalalkan segala cara, itu nggak mau saya," kata dia.
Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE), Masykuri Bakri, berharap Muktamar NU 2026 bisa membawa NU ke arah persatuan.
“NU harus didudukkan kembali sebagaimana yang dirintis oleh KH Hasyim Asy'ari yakni bisa membawa nuansa persatuan. Persatuan dan kesatuan itu kunci utama, kami berdoa agar NU kembali ke khittah, ibarat gerbang yang keluar dari relnya maka harus dikembalikan ke rel nya," kata Masykuri.
Dia menekankan pentingnya mengembalikan alumni agar kembali ke rel dan kembali ke khittah. Hal itu sesuai dengan nilai-nilai yang diwariskan pendiri NU, Hadratussyech K.H. Hasyim Asy'ari.
"Jadi harapannya alumni kembali kepada rel, pada khittah. Ibarat gerbang kereta itu ketika gerbangnya ini kok sampai keluar dari relnya dikembalikan pada relnya, " kata Masykuri.