AS memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai respons atas ditutupnya Selat Hormuz. (Anadolu Agency)
Trump Tegaskan Blokade Laut Tak Akan Dicabut Sebelum Ada Kesepakatan dengan Iran
Muhammad Reyhansyah • 21 April 2026 15:31
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Washington tidak akan mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebelum tercapai kesepakatan dengan Teheran.
Mengutip BBC, Selasa, 21 April 2026, Trump menyatakan bahwa blokade yang telah berlangsung selama sepekan tersebut “benar-benar menghancurkan Iran," seraya mengklaim bahwa AS berada dalam posisi unggul dalam konflik yang sedang berlangsung.
Pernyataan ini disampaikan menjelang berakhirnya gencatan senjata sementara antara AS dan Iran pada Rabu besok, sementara belum ada kepastian apakah putaran kedua pembicaraan damai akan digelar di Pakistan.
Pengamanan di Islamabad telah diperketat untuk mengantisipasi kemungkinan pertemuan. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance yang dijadwalkan memimpin delegasi belum meninggalkan Washington, sementara Iran menyatakan belum memutuskan keikutsertaannya.
Sejak blokade diberlakukan, Komando Pusat AS melaporkan telah memaksa 27 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran.
Penyitaan Kapal Iran oleh AS
Selain itu, AS juga mencegat dan menyita kapal kargo berbendera Iran untuk pertama kalinya dalam konflik ini setelah kapal tersebut mencoba menembus blokade pada Minggu.Rekaman yang dibagikan pihak militer AS menunjukkan kapal tersebut telah diperingatkan sebelum pasukan naik ke atas kapal.
Iran mengecam tindakan tersebut sebagai “pembajakan” dan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang masih rapuh.
Teheran sendiri mempertahankan penutupan Selat Hormuz selama hampir dua bulan terakhir, yang turut mendorong lonjakan harga energi dunia.
Meski sempat dibuka kembali pada Sabtu, jalur tersebut kembali ditutup satu hari setelahnya setelah muncul laporan bahwa sejumlah kapal, termasuk tanker, menjadi sasaran Iran di sekitar kawasan tersebut.
Trump menyebut tindakan Iran sebagai pelanggaran total terhadap kesepakatan gencatan senjata, dengan mengatakan bahwa Teheran telah “memutuskan untuk melepaskan tembakan.”
Iran menyatakan akan tetap menutup jalur tersebut hingga AS menghentikan blokade terhadap pelabuhannya.
Negosiasi Masih Menggantung
Indikasi adanya putaran kedua perundingan antara AS dan Iran terus muncul, meski Teheran belum mengonfirmasi partisipasinya.Setelah putaran pertama awal bulan ini, Vance menyatakan bahwa AS belum berhasil membawa Iran untuk menerima syarat yang diajukan, sementara Kementerian Luar Negeri Iran meminta Washington untuk menghentikan tuntutan yang berlebihan dan tidak sah.
Sumber menyebutkan bahwa delegasi AS kemungkinan akan segera berangkat, meski belum ada kepastian waktu. Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa hingga saat ini Teheran “belum memiliki rencana” untuk menghadiri perundingan tersebut.
Delegasi AS diperkirakan akan kembali diwakili oleh Vance bersama utusan khusus Steve Witkoff dan penasihat Jared Kushner, seperti pada putaran sebelumnya. Namun belum jelas siapa yang akan mewakili Iran.
Di Islamabad, persiapan untuk perundingan tetap berlangsung. Para tamu di Hotel Serena, lokasi pertemuan sebelumnya, telah diminta meninggalkan tempat, sementara aparat kepolisian menutup sejumlah ruas jalan utama menjelang kedatangan delegasi asing.
Seorang pejabat senior Pakistan menyatakan keyakinannya bahwa Iran dapat diyakinkan untuk menghadiri pembicaraan tersebut.
Baca juga: Iran Akan Gunakan 'Kartu Baru' Jika Kesepakatan dengan AS Tak Tercapai