PM Hungaria Viktor Orban. (Anadolu Agency)
PM Orban Tak Ingin Ukraina Runtuh, Sebut Dampaknya Fatal bagi Hungaria
Willy Haryono • 22 December 2025 15:01
Budapest: Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menegaskan bahwa dirinya tidak menginginkan kehancuran Ukraina. Dalam unggahan di platform X, Orban menyatakan bahwa runtuhnya Ukraina justru akan menjadi bencana bagi Hungaria. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam sebuah aksi yang disebut sebagai demonstrasi anti-perang di Kota Szeged, Hungaria, yang juga disertai rekaman pidatonya.
Orban menilai stabilitas Ukraina sebagai negara tetangga sangat penting bagi kepentingan nasional Hungaria. Ia mengungkapkan bahwa Hungaria memasok sekitar 44 persen listrik dan 58 persen gas yang digunakan Ukraina.
“Keruntuhan Ukraina akan menjadi bencana bagi Hungaria. Stabilitas negara tetangga sangat penting. Perang melemahkan Ukraina dari hari ke hari, hanya perdamaian yang dapat memperkuatnya,” ujar Orban, seperti dikutip dari media UAWire, Minggu, 21 Desember 2025.
Menurut Orban, potensi pemisahan wilayah Ukraina akan membawa dampak langsung yang merugikan Hongaria. Karena itu, ia menegaskan pemerintahnya harus melakukan segala upaya untuk mencegah skenario tersebut.
Ia juga menggunakan perumpamaan bahwa kondisi suatu wilayah sangat dipengaruhi oleh lingkungan di sekitarnya. Dalam kesempatan yang sama, Orban menyebut sebagian bantuan yang dikirim Hungaria ke Ukraina diduga telah disalahgunakan.
Selain itu, Orban kembali melontarkan kritik terhadap kebijakan Uni Eropa, terutama terkait penyitaan aset Rusia dan permintaan tambahan dana dari negara-negara anggota untuk mendukung Ukraina. Ia menilai langkah tersebut bertentangan dengan hukum Eropa dan menegaskan Hongaria tidak akan ikut serta dalam kebijakan itu.
Pada akhir November lalu, Orban diketahui melakukan kunjungan ke Kremlin dan menawarkan Budapest sebagai lokasi perundingan damai dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Namun langkah tersebut menuai kritik dan penolakan dari sejumlah pihak di Eropa, termasuk Presiden Polandia Karol Nawrocki, yang dilaporkan menolak bertemu Orban setelah kunjungannya ke Moskow. (Keysa Qanita)
Baca juga: PM Hungaria Sebut Rusia sudah Menang dalam Perang di Ukraina