Gunung Semeru terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jumat, 28 Agustus 2026. (ANTARA/HO-PVMBG/pri)
6 Gunung Indonesia Erupsi Bersamaan Akhir Agustus, Saling Terkait?
Riza Aslam Khaeron • 3 September 2026 14:05
Jakarta: Fenomena langka terjadi di Indonesia pada 31 Agustus 2026 ketika enam gunung api di berbagai wilayah mengalami erupsi secara bersamaan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan bahwa peristiwa ini murni dinamika vulkanik independen dan tidak saling memicu satu sama lain.
Enam gunung api yang erupsi secara bersamaan tersebut adalah Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.Mengutip ANTARA, Kepala PVMBG Badan Geologi, Rita Susilawati, memberikan penjelasannya di Kompleks Badan Geologi, Bandung, pada Rabu, 2 September 2026. Ia menegaskan bahwa posisi Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) dengan 127 gunung api aktif memungkinkan terjadinya erupsi pada hari yang sama tanpa adanya keterikatan sistemik.
"Kalau bahasa sederhananya dapurnya itu masing-masing, dapurnya itu sendiri-sendiri, begitu ya, dan proses menuju erupsi antara satu gunung dengan gunung yang lainnya itu juga berbeda-beda. Kami tidak menemukan bukti adanya satu proses geologi yang memicu seluruh erupsi tersebut secara bersamaan di tanggal 31 Agustus," kata Rita.
Rita juga meluruskan persepsi publik terkait gempa bumi yang kerap dikaitkan dengan erupsi gunung api. Menurutnya, gempa tektonik tidak otomatis memicu erupsi, kecuali jika terbukti melalui lonjakan data pemantauan internal gunung, seperti aktivitas kegempaan dalam, deformasi tubuh gunung, hingga perubahan suhu dan pelepasan gas.
PVMBG Imbau Warga Tidak Panik

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara meletus, Senin, 31 Agustus 2026. (ANTARA/HO-Badan Geologi/aa.)
Dinamika aktivitas vulkanik ini turut menaikkan tingkat aktivitas Gunung Sinabung di Sumatera Utara dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB. Peningkatan status ini terjadi setelah gunung tersebut menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 3.500 meter di atas puncak.
Sementara itu, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda masih bertahan pada Level III (Siaga), status yang telah berlaku sejak 2 Juli 2026. Pada 31 Agustus 2026, gunung tersebut tercatat menghembuskan kolom abu setinggi 200 meter.
Merespons kekhawatiran warga pesisir Banten dan Lampung terkait potensi tsunami akibat letupan Anak Krakatau, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang. Erupsi yang terjadi pada gunung tersebut tidak serta-merta menimbulkan tsunami.
PVMBG meminta warga untuk mematuhi rekomendasi area bahaya, khususnya mengosongkan zona bahaya dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung (serta radius 6 kilometer untuk sektor selatan-timur). Masyarakat juga diimbau mewaspadai ancaman lahar hujan di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak gunung.