Asrama Haji Pontianak Disiapkan Jadi Markas Militer Jepang untuk Misi Karhutla

Personel Militer Jepang dan TNI meninjau lokasi penginapan di Asrama Haji Pontianak, Rabu, 3 September 2026. ANTARA/HO-Humas Kemenag Kalbar

Asrama Haji Pontianak Disiapkan Jadi Markas Militer Jepang untuk Misi Karhutla

Silvana Febiari • 3 September 2026 23:34

Pontianak: Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Barat (Kalbar) menyiapkan Asrama Haji Pontianak sebagai tempat menginap bagi personel militer Jepang dan TNI. Fasilitas tersebut akan digunakan selama misi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Asrama Haji Pontianak ini akan menjadi tempat transit sementara bagi sekitar 180 personel Jepang yang direncanakan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat," kata Kepala Kemenhaj Kalbar Kamaludin, dilansir dari Antara, Kamis, 3 September 2026. 

Survei kesiapan fasilitas dan lingkungan asrama kini tengah dilakukan untuk tempat tinggal sementara tim penanganan karhutla. Meski begitu, rencana ini masih bersifat tentatif karena Kemenhaj Kalbar belum menerima surat resmi pelaksanaan misi.


"Mereka baru melakukan survei kamar, aula, fasilitas pendukung, dan lingkungan asrama. Belum memberikan surat resmi kepada kami, jadi kami masih menganggap ini tentatif," ungkap dia.

Personel Jepang dijadwalkan menginap di Asrama Haji Pontianak selama 21 hari mulai 10 September 2026. Untuk memastikan kesiapan, Kemenhaj Kalbar telah meminta pengelola mendata ketersediaan kamar dan fasilitas asrama.

"Kalau memang jadi, mereka akan datang masuk Asrama Haji tanggal 10 September 2026," ujarnya.


Foto Udara Kebakaran lahan yang terjadi pada salah satu lahan milik korporasi yang ada di Kabupaten Ketapang, Kalbar (ANTARA/HO : Walhi Kalbar)


Sebelumnya, Asrama Haji Pontianak juga pernah menampung 120 personel TNI AL, 300 personel TNI AD, dan 104 personel Brimob untuk mendukung penanganan karhutla. Untuk misi bantuan Jepang, sekitar 180 personel direncanakan terlibat dengan dukungan tiga helikopter CH-47 milik Japan Ground Self-Defense Force dan kapal angkut JS Kunisaki. 

Kamaludin mengatakan pelayanan utama di Asrama Haji Pontianak tetap berjalan sebagaimana biasa meskipun fasilitas tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan dan penanggulangan bencana. 

"Kesiapan Asrama Haji Pontianak tersebut memperkuat fungsi fasilitas itu tidak hanya untuk pelayanan haji dan umrah, tetapi juga sebagai sarana pendukung misi kemanusiaan dalam menghadapi kondisi darurat di Kalimantan Barat," papar dia.

(Silvana Febiari)