Pemkot Bandung Antisipasi Kelangkaan Masker Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ilustrasi masker. Dok Pexels.

Pemkot Bandung Antisipasi Kelangkaan Masker Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Roni Kurniawan • 8 September 2026 07:21

Bandung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mengantisipasi kelangkaan dan kenaikan harga masker akibat paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau di sejumlah wilayah Jawa Barat.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pihaknya akan mengecek ketersediaan masker di sejumlah toko dan pusat perbelanjaan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama paparan abu vulkanik berlangsung.

"Nanti saya cek ke toko-toko supaya distribusinya ada lagi. Jangan sampai ada overpriced," kata Farhan di Balai Kota Bandung, Senin, 7 September 2026.


Farhan telah mengintruksikan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) untuk memantau distribusi serta ketersediaan masker, khususnya di pasar modern.

Menurut Farhan, masker menjadi kebutuhan penting untuk melindungi masyarakat dari dampak abu vulkanik terhadap kesehatan. Selain pasar modern, pengawasan juga menyasar toko alat kesehatan sebagai salah satu titik distribusi masker.

"Nanti saya pastikan ke Disdagin, terutama untuk modern market. Masker itu kan modern market sama alat kesehatan, alkes," ujar Farhan.


Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. (Metrotvnews.com)


Farhan mengingatkan agar tidak terjadi penumpukan stok dan gangguan distribusi yang dapat memicu kelangkaan masker di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Pemkot Bandung akan memastikan ketersediaan masker tetap aman agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkannya.

"Jangan sampai ada penumpukan seperti awal-awal dulu (covid-19). Insyaallah aman, nanti kita pastikan," tegas Farhan.

Sebelumnya, sebaran abu letusan Gunung Anak Krakatau terpantau berdampak terhadap sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Bandung. Kondisi tersebut mendorong pemerintah daerah meningkatkan langkah mitigasi, di antaranya penyemprotan air disetiap sudut jalan dan mewajibkan pakai masker saat beraktivitas di luar ruangan. 

(Silvana Febiari)