Satgas Darat jadi Tumpuan Utama Padamkan Karhutla Kalbar

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (tengah) dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni (kiri). Foto: Dok. Istimewa.

Satgas Darat jadi Tumpuan Utama Padamkan Karhutla Kalbar

Fachri Audhia Hafiez • 5 September 2026 12:02

Pontianak: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa Satuan Tugas (Satgas) Darat menjadi tumpuan utama dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat (Kalbar). Terutama untuk memadamkan titik api di kawasan lahan gambut.

“Sehingga tetap tumpuannya adalah di Satgas Darat untuk operasi penanganan karhutla ini. Satgas Darat ini memang menjadi tumpuan utama,” kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Pontianak, dikutip Sabtu, 5 September 2026.
 


Suharyanto menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat operasi pemadaman dari udara (water bombing) tidak selalu efektif sampai ke dasar tanah. Berdasarkan data penanganan terbaru, dari estimasi 802,17 hektare lahan terbakar, Satgas Darat telah berhasil memadamkan 429,90 hektare.

“Satgas Darat berhasil memadamkan yang luas. Sisa kebakaran hari ini kalau tidak ada kebakaran yang baru dipadamkan oleh Satgas Darat sebetulnya itu sudah bisa selesai,” ujar Suharyanto.

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni turut menyepakati bahwa pergerakan pasukan di jalur darat merupakan metode paling efektif sejauh ini. Ia meminta pengerahan personel dan peralatan di lapangan dipetakan secara lebih detail sesuai tingkat kerawanan wilayah.

So far ini yang paling efektif nih pasukan darat nih. Oleh karena itu, nanti mohon di-mapping secara lebih detail,” ujar Raja Juli.


Rapat Koordinasi Penanganan Karhutla di Pontianak. Foto: Dok. Istimewa.

Raja Juli mencontohkan, pemetaan khusus perlu dilakukan di wilayah rawan seperti Kabupaten Ketapang dan Kubu Raya. Jika terdapat kelebihan personel di satu titik, pasukan dan armada akan langsung digeser ke area yang membutuhkan tambahan penanganan.

Ia menegaskan, penguatan operasi darat ini akan terus berjalan berdampingan dengan upaya penanganan lainnya, seperti Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pemadaman udara.

“Pasukan darat, ini andalan kita ya, sambil menunggu OMC atau hujan beneran ketika nanti musim hujan datang,” tegas Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)