IHSG Dibuka Naik ke Level 6.695 Pagi Ini

Ilustrasi. Foto: Dok MI

IHSG Dibuka Naik ke Level 6.695 Pagi Ini

Eko Nordiansyah • 4 September 2026 09:26

Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Jumat, 4 September 2026, IHSG berada di zona hijau sebesar 6.695,695.

IHSG dibuka menguat 27,80 poin atau 0,42 persen. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 2,58 poin atau 0,39 persen ke posisi 665,35.

Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG juga bergerak menguat sebanyak 18,573 poin setara 0,28 persen ke level 6.686,464. IHSG berada di level tertinggi 6.704 dan terendah di 6.680.

Sebanyak 330 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 206 saham emiten lainnya melemah, dan 189 saham stagnan.

Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp2,357 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 5,964 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp11.697,870 triliun.


(Ilustrasi. Foto: Dok Metrotvnews.com)

IHSG diperkirakan bergerak menguat

Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 3 September 2026, IHSG ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09 persen ke level 6.667,89. Penguatan signifikan IHSG didorong oleh membaiknya sentimen global dan faktor domestik.

Melemahnya dolar AS serta turunnya imbal hasil US Treasury meningkatkan risk appetite investor terhadap emerging market, termasuk Indonesia, sekaligus mendorong penguatan rupiah.

Sentimen positif tersebut kemudian diperkuat oleh aksi beli pada saham-saham blue chip, terutama sektor perbankan, serta meningkatnya volume dan nilai transaksi. Kombinasi faktor tersebut membuat IHSG mampu menguat secara signifikan.

Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup menguat, tercermin dari Dow Jones naik 1,18 persen, S&P 500 meningkat 1,06 persen, dan Nasdaq melesat 1,40 persen. 

Penguatan tersebut didorong oleh meredanya imbal hasil US Treasury setelah Gubernur The Fed Christopher Waller memberikan sinyal yang lebih dovish terkait prospek suku bunga. Pernyataan tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut apabila inflasi terus menunjukkan tren penurunan.

Ekspektasi terhadap kondisi suku bunga yang lebih rendah kemudian menekan biaya pinjaman dan meningkatkan risk appetite investor, sehingga mendorong penguatan pada sektor yang sensitif terhadap suku bunga, seperti teknologi, perangkat lunak, dan perbankan. Sentimen positif tersebut tercermin dari kenaikan saham-saham besar seperti Microsoft, Meta, Oracle, JPMorgan, dan Goldman Sachs.

“Menyikapi kondisi tersebut, pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan menguat sembari mencermati perkembangan tensi geopolitik Timur Tengah,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.

(Eko Nordiansyah)