Health Talk & Sharing Session bertema 'Menjaga Kesehatan Liver Demi Hidup Lebih Sehat' yang digelar Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (Setjen DPD RI) di Lobi Gedung DPD RI, Jakarta. Dokumentasi/ istimewa.
Menjaga Kesehatan Liver, Pegawai DPD RI Diajak Lebih Aktif Bergerak
Deny Irwanto • 2 September 2026 19:29
Jakarta: Menjaga kesehatan liver tidak hanya berkaitan dengan pola makan, tetapi juga aktivitas fisik dan kebiasaan hidup sehari-hari. Kesadaran terhadap faktor risiko seperti obesitas dan fatty liver pun dinilai penting untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Pesan tersebut mengemuka dalam Health Talk & Sharing Session bertema 'Menjaga Kesehatan Liver Demi Hidup Lebih Sehat' yang digelar Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (Setjen DPD RI) di Lobi Gedung DPD RI, Jakarta. Kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis penyakit dalam Eka Hospital Depok, Gerry Permadi.
Sekretaris Jenderal DPD RI M. Iqbal mengatakan kesehatan pegawai menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas organisasi. Ia mendorong pendekatan preventif melalui peningkatan kesadaran terhadap faktor risiko kesehatan, termasuk obesitas dan fatty liver.
"Saya melihat kesehatan pegawai sebagai bagian dari investasi institusi. Fatty liver berbanding lurus dengan makan banyak dan keinginan untuk tidak bergerak. Karena itu, saya menitipkan agar setiap unit kerja melakukan pendataan, terutama bagi pegawai yang masuk kategori obesitas, untuk kemudian diberikan arahan dan didorong mengikuti kegiatan olahraga demi kebaikan kesehatan pegawai," kata Iqbal di Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
Dalam paparannya, Gerry Permadi menjelaskan fatty liver berkaitan dengan penumpukan lemak pada liver dan memiliki hubungan dengan obesitas serta gangguan metabolik. Kondisi tersebut juga dapat berkembang dengan gejala yang minim pada tahap awal.

Health Talk & Sharing Session bertema 'Menjaga Kesehatan Liver Demi Hidup Lebih Sehat' yang digelar Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (Setjen DPD RI) di Lobi Gedung DPD RI, Jakarta. Dokumentasi/ istimewa.
“Fatty liver tidak hanya berkaitan dengan apa yang kita makan, tetapi juga dengan seberapa aktif kita bergerak. Menjaga berat badan, menerapkan pola makan sehat, rutin berolahraga, menjaga kadar kolesterol, dan menghindari alkohol merupakan bagian penting untuk menjaga kesehatan liver,” kata Gerry.
Melalui sesi interaktif tersebut, pegawai mendapatkan pemahaman mengenai faktor risiko, deteksi dini, hingga sejumlah kebiasaan yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan liver. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya konsistensi dalam menjalankan pola hidup sehat.
Pentingnya Deteksi Dini
Kepala Klinik Pratama DPD RI Emirianti mengatakan edukasi kesehatan menjadi salah satu bagian dari upaya pencegahan. Menurutnya, gangguan metabolik kerap tidak disadari karena gejala pada tahap awal dapat sangat minim.
“Deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting melalui pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologis seperti USG dan Fibroscan, serta pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi pasien,” ujar Emirianti.
Ia menjelaskan, menjaga kesehatan metabolik perlu dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan. Pengendalian berat badan, pola makan sehat, serta aktivitas fisik secara rutin menjadi bagian penting dalam upaya tersebut.
Penurunan berat badan secara ideal juga dapat membantu memperbaiki sejumlah faktor risiko metabolik yang berkaitan dengan kesehatan liver. Karena itu, perubahan pola hidup dinilai perlu dilakukan secara bertahap dan konsisten.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapat penjelasan mengenai hubungan fatty liver dengan diabetes. Kedua kondisi tersebut dapat saling memperberat gangguan metabolik sehingga pengenalan faktor risiko dan pemeriksaan sejak dini menjadi penting.
“Pencegahan selalu menjadi langkah yang penting. Jangan menunggu sampai muncul keluhan untuk mulai menjaga kesehatan. Dengan mengenali faktor risiko dan melakukan perubahan gaya hidup sejak dini, kita dapat menjaga kesehatan liver sekaligus meningkatkan kualitas hidup,” tutur Gerry.
Klinik Pratama DPD RI Dipersiapkan Memenuhi Standar
Selain edukasi mengenai kesehatan liver, perhatian terhadap kesehatan pegawai juga dilakukan melalui peningkatan fasilitas pelayanan kesehatan di lingkungan DPD RI.
Iqbal menyampaikan hal tersebut di sela-sela peresmian Poliklinik DPD RI menuju Klinik Prima yang sesuai standard. Peningkatan Klinik Pratama DPD RI dilakukan di tengah tuntutan pemenuhan regulasi Kementerian Kesehatan yang mensyaratkan fasilitas pelayanan kesehatan memenuhi standar akreditasi.
Pembenahan dilakukan melalui peningkatan sarana dan prasarana serta berbagai persiapan lainnya. Langkah tersebut diarahkan agar Klinik Pratama DPD RI dapat memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi pegawai.
Bagi Setjen DPD RI, perhatian terhadap kesehatan pegawai menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya produktif dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga kesehatan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin pegawai Setjen DPD RI tidak hanya sehat saat bekerja, tetapi memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sebagai bagian dari gaya hidup. SDM yang sehat adalah kekuatan institusi, dan karena itu upaya seperti ini harus terus kita dorong,” ujar Iqbal.