Warga Jakarta Bergejala ISPA Diminta Segera Berobat

Ilustrasi kualitas udara buruk. Foto: Dok. Antara.

Warga Jakarta Bergejala ISPA Diminta Segera Berobat

Nattasya Amani Vrazeti • 2 September 2026 14:39

Jakarta: Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat yang merasakan gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) untuk tidak menunda berobat. Gejala ISPA marak imbas buruknya kualitas udara.

“Kalau sudah merasa bergejala, ada gejala, langsung datang aja ke faskes (fasilitas kesehatan), supaya bisa dapat pertolongan dengan cepat,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 2 September 2026.
 


Ani menjelaskan peningkatan paparan polusi udara berbanding lurus dengan meningkatnya risiko penularan penyakit saluran pernapasan. Ancaman ini dinilai jauh lebih berbahaya bagi masyarakat dengan riwayat penyakit penyerta (komorbid).

“Akan diperburuk pada orang yang memang sudah punya penyakit penyerta, gitu. Punya asma, dia punya sakit paru-paru,” imbuh Ani.

Selain meminta warga segera mengakses layanan medis, ia mengimbau kelompok rentan seperti bayi, balita, hingga lansia untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan. Terlebih, saat indikator kualitas udara menunjukkan kategori tidak sehat.


Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti.

Jika terpaksa harus keluar rumah, masyarakat disarankan memakai alat pelindung diri seperti masker. Lalu, konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) untuk menjaga daya tahan tubuh.

Berdasarkan pemantauan situs pemantau kualitas udara IQAir pada Rabu pagi, 2 September 2026, pukul 06.00 WIB, kualitas udara di Kota Jakarta berada pada poin 127 atau berkategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Tingkat konsentrasi polutan PM 2.5 tercatat sebesar 46,3 mikrogram per meter kubik, atau setara 9,3 kali lipat melampaui standar panduan kualitas udara tahunan WHO.

(Fachri Audhia Hafiez)