Kebiasaan Mengelola Sampah Plastik Dikenalkan Sejak dari Sekolah

Pengelolaan sampah plastik di lingkungan MTsN 36. Dokumentasi/ istimewa.

Kebiasaan Mengelola Sampah Plastik Dikenalkan Sejak dari Sekolah

Deny Irwanto • 25 September 2026 18:43

Jakarta: Pengelolaan sampah plastik mulai diarahkan tidak hanya pada proses pengumpulan, tetapi juga pada upaya membangun kebiasaan masyarakat untuk memilah dan mengelola sampah sejak dari sumber. Pendekatan tersebut salah satunya dilakukan melalui pengumpulan botol plastik berbasis digital yang melibatkan sekolah dan komunitas.

Program Revibes Collection Point menjadi salah satu inisiatif yang mendorong kebiasaan tersebut. Saat ini, titik pengumpulan botol plastik telah tersedia di lima lokasi di wilayah Jakarta dan Tangerang, termasuk di lingkungan sekolah.

Founder Revibes Carissa Handrian mengatakan pemanfaatan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik sekaligus mendukung agenda keberlanjutan.

"Acara pada hari ini sekaligus menandai 1 siklus penuh dari Gerakan Revibes di sekolah MTsN 36. Kita memulai Gerakan ini melalui acara bakti sosial melalui pemeriksaan dan pemberian kacamata gratis di Desember 2025 yang lalu," kata Carissa Handrian di Jakarta, Jumat, 25 September 2026.

Setelah kegiatan tersebut, siswa dan pengguna aplikasi mulai terlibat dalam aktivitas harian yang berkaitan dengan edukasi. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian program yang berlangsung di lingkungan MTsN 36.

"Setelah itu, secara mandiri, para user melakukan daily check in di aplikasi Revibes yang memberikan edukasi tentang finansial, ekonomi dan keberlanjutan (sustainability)," jelas Carissa.


Pengelolaan sampah plastik di lingkungan MTsN 36. Dokumentasi/ istimewa.

Pada 17 September 2026, kegiatan kembali dilakukan untuk mengapresiasi pengguna yang aktif mengikuti program. Poin yang dikumpulkan melalui aktivitas tersebut dapat ditukarkan dengan kebutuhan tertentu.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan botol plastik secara mandiri. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan pengelolaan sampah secara berkelanjutan di lingkungan sekolah.

"Kemudian Gerakan Revibes ini dilanjutkan kembali melalui pengumpulan botol plastik secara mandiri dan berkelanjutan yang kita rayakan pada hari ini dengan memberikan Revibes Point dan Rewards juga," ungkap Carissa.

Melalui sistem digital, siswa, guru, dan staf di MTsN 36 dapat mencatat pengumpulan botol plastik melalui aplikasi. Dalam satu pekan, titik pengumpulan di sekolah tersebut tercatat menampung hampir 300 botol plastik bekas.

Carissa mengatakan program tersebut juga diarahkan untuk memperkenalkan pengelolaan sampah dan konsep ekonomi sirkular kepada generasi muda. Edukasi dilakukan dengan menghubungkan aktivitas pengumpulan sampah dengan pengetahuan mengenai keuangan, ekonomi, dan keberlanjutan.

"Kami ingin mengubah cara pandang generasi muda terhadap sampah di sekitar mereka. Melalui Collection Point di sekolah MTsN 36 ini, kami mengenalkan praktik ekonomi sirkular berbasis digital sejak dini," beber Carissa.

Menurutnya botol plastik yang telah digunakan masih dapat dikelola sehingga memiliki nilai manfaat apabila dikumpulkan dan diproses dengan tepat.

"Botol plastik bekas pakai ini sebenarnya adalah aset. Jika dikumpulkan dan dikelola lewat sistem digital yang kami bangun, dampaknya bisa langsung dirasakan oleh komunitas yang membutuhkan dan bahkan bisa mendukung riset ilmiah, bukannya malah menumpuk dan menciptakan masalah lingkungan yang lebih besar," jelasnya.

Program tersebut menempatkan botol plastik yang telah digunakan sebagai material yang masih dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang berupaya memperpanjang masa guna material dan mengurangi sampah yang berakhir sebagai residu.

Selain pengumpulan sampah, kegiatan di MTsN 36 juga menjadi bagian dari rangkaian edukasi mengenai keberlanjutan. Penggunaan sistem digital memberikan ruang bagi siswa dan komunitas sekolah untuk terlibat secara rutin dalam kegiatan pengumpulan sekaligus memahami nilai dari pengelolaan sampah.

Revibes menargetkan penambahan titik pengumpulan di sekolah dan komunitas masyarakat dalam satu tahun ke depan. Perluasan tersebut diarahkan untuk memperkenalkan kebiasaan mengelola sampah plastik secara lebih teratur di lingkungan yang dekat dengan aktivitas masyarakat.


(Deny Irwanto)