Ilustrasi. Foto: Freepik.
Bitcoin Turun 1%, Namun Bertahan di Atas USD80 Ribu
Eko Nordiansyah • 21 September 2026 09:55
New York: Bitcoin turun satu persen menjadi USD80.794 pada Minggu, 20 September 2026. Bitcoin melepaskan sebagian keuntungan akhir pekannya saat pasar mata uang kripto secara keseluruhan bergerak turun, meskipun terdapat permintaan institusional yang kembali muncul melalui ETF Bitcoin spot di AS.
Dikutip dari Investing, Senin, 21 September 2026, bitcoin diperdagangkan pada level USD80.794,0, turun USD818 setelah sebelumnya sempat pulih dari kisaran USD76.400 selama pekan yang penuh volatilitas.
Mata uang kripto ini tetap berada di atas level USD80 ribu, namun penurunan terbaru ini mengindikasikan adanya tekanan jual kembali di pasar yang lebih luas.
ETF Bitcoin AS mencatatkan arus masuk sebesar USD433,03 juta pada 18 September, dipimpin oleh FBTC milik Fidelity dengan nilai USD310,72 juta. IBIT milik BlackRock menerima aliran dana masuk sebesar USD108,44 juta, BITB milik Bitwise menambah USD9,69 juta, sementara HODL milik VanEck serta ARKB milik Ark & 21Shares mencatat aliran masuk yang lebih kecil.
Aksi beli ini menandai penutupan yang lebih kuat bagi bitcoin setelah pekan yang penuh volatilitas. Nilai perdagangan ETF mencapai USD4,67 miliar pada Jumat, dengan total aset bersih gabungan meningkat lebih dari USD7 miliar menjadi USD102,53 miliar.
Permintaan meluas ke aset digital lainnya
ETF Ether mencatat aliran masuk bersih sebesar USD143,80 juta, dan dana investasi Solana menarik USD47,62 juta. Produk Zcash menambah USD37,67 juta, yang mengindikasikan permintaan institusional tidak terbatas hanya pada bitcoin.Kondisi makro tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi pasar kripto. Imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi, kekhawatiran inflasi, dan ketegangan geopolitik turut berkontribusi terhadap volatilitas pada berbagai aset berisiko.
Investor Robert Kiyosaki menyoroti peningkatan utang, perang Iran, dan tekanan di pasar obligasi global saat menegaskan kembali preferensinya terhadap bitcoin, di samping emas dan perak.

(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Regulasi aset kripto jadi perhatian
Perkembangan regulasi juga dapat memengaruhi sentimen pasar. Senat gagal memajukan rancangan undang-undang CLARITY Act pada 15 September, sehingga legislasi pasar kripto AS yang lebih luas belum terselesaikan.Ketua Eksekutif Strategy, Michael Saylor, berpendapat industri ini dapat terus berkembang melalui jalur regulasi yang sudah ada alih-alih menunggu legislasi yang komprehensif. Ia menyoroti layanan kustodian bank, pinjaman dengan jaminan bitcoin, stablecoin, dan kredit digital sebagai bidang yang dapat mendukung adopsi yang lebih luas.
Saylor mengatakan bahwa peluang jangka panjang industri ini terletak pada penyediaan produk keuangan digital bagi jutaan pengguna, dengan argumen adopsi yang luas dapat menciptakan fondasi yang lebih kuat bagi kripto.
Bagi bitcoin, gambaran fundamental jangka pendek mencakup kombinasi antara permintaan ETF yang kembali meningkat dan adopsi institusional yang berkelanjutan, di tengah kondisi moneter yang lebih ketat serta ketidakpastian global yang lebih luas.
Arus masuk dana ETF sebesar USD433,03 juta pada Jumat menjadi tanda baru bahwa pembeli institusional kembali masuk setelah periode volatilitas terbaru mata uang kripto tersebut.
Harga kripto lain cenderung turun di tengah perdagangan yang lesu
Harga kripto secara umum sebagian besar mengalami penurunan pada hari Minggu, berdasarkan data pasar terkini. Mata uang kripto terbesar kedua di dunia, Ether, turun 1,86 persen menjadi USD2.580,17.Mata uang kripto terbesar ketiga di dunia, XRP, turun 3,36 persen menjadi USD1,3798. Solana turun 2,69 persen menjadi USD108,92, sementara BNB turun tipis 1,92 persen menjadi USD748,94.
Cardano turun 1,47 persen menjadi USD0,2212, sedangkan Dogecoin turun 2,22 persen. Di antara koin meme, TRUMP diperdagangkan stagnan hari ini, sementara Shiba Inu turun 0,55 persen.