Ilustrasi. Foto: Freepik.
Harga Emas Stabil, Pasar Menanti Pertemuan AS-Tiongkok dan Konflik Iran
Eko Nordiansyah • 21 September 2026 09:00
Chicago: Harga emas bergerak minim dalam perdagangan Asia pada Senin, 21 September 2026. Gerak emas tertekan oleh sikap hati-hati menjelang pembicaraan AS-Tiongkok mendatang dan berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah.
Logam mulia ini stabil setelah kinerja yang sedikit positif pekan lalu, seiring adanya kejelasan mengenai ekonomi AS, menyusul kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve, yang mendorong penurunan imbal hasil (yield) obligasi Treasury.
Dikutip dari Investing, harga emas spot stabil di level USD4.379,37 per ons. Sementara emas berjangka turun tipis ke USD4.417,57 per ons.
Logam mulia ini menguat sekitar 0,6 persen pekan lalu, mencatatkan kenaikan seiring turunnya imbal hasil Treasury meskipun ada sinyal hawkish dari The Fed.
Bank sentral menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Ketua The Fed Kevin Warsh juga menegaskan kembali komitmen bank terhadap target inflasi tahunan sebesar dua persen, sebuah sikap yang mengisyaratkan adanya kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Namun, imbal hasil justru turun meskipun ada sinyal hawkish, mengingat kenaikan suku bunga tersebut juga memberikan kejelasan mengenai rencana The Fed untuk bulan-bulan mendatang. Nilai dolar turun pekan lalu, yang semakin menguntungkan logam mulia.
(2).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Dok Bappebti)
Pertemuan puncak Trump-Xi Jinping dinanti
Fokus minggu ini tertuju sepenuhnya pada pertemuan puncak mendatang antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping, yang dijadwalkan berlangsung di Washington.Pertemuan ini menandai kunjungan kenegaraan tingkat tinggi pertama Xi selama masa jabatan kedua Trump, dan dilakukan setelah pertemuan puncak di Beijing awal tahun ini.
Kedua belah pihak dijadwalkan membahas berbagai topik, dengan kecerdasan buatan (AI) dan tarif perdagangan diperkirakan menjadi agenda utama.
Pertemuan ini berlangsung di tengah hubungan yang masih tegang akibat tarif perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. Gencatan senjata terkait tarif antara keduanya juga dijadwalkan berakhir November.
Kewaspadaan di Timur Tengah berlanjut
Ketegangan di Timur Tengah juga masih terasa setelah kelompok Houthi Yaman yang didukung Iran melancarkan serangan tambahan terhadap Arab Saudi selama akhir pekan.Namun, laporan New York Times menyebutkan Trump menolak untuk bergabung dalam serangan Saudi terhadap Yaman, mengingat gencatan senjata AS-Houthi masih berlaku.
Meski demikian, Washington dan Teheran terlihat saling melontarkan ancaman selama akhir pekan setelah berbagai laporan menyebutkan serangan AS terhadap Iran akan segera terjadi.
Akan tetapi, dalam sebuah wawancara, Trump menyatakan keterbukaan untuk bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela-sela Sidang Umum PBB di New York minggu ini. Komentar tersebut memicu penurunan harga minyak dan mendorong selera risiko dalam perdagangan di Asia.
Harga logam mulia lainnya secara umum mengalami kenaikan pada hari Senin. Perak spot naik 0,7 persen menjadi USD66,7430 per ons, sementara platinum spot naik 0,3 persen menjadi USD1.809,65 per ons.