Kabut Asap Pekat Selimuti Sampit, Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/Akhmad Dian Noor)

Kabut Asap Pekat Selimuti Sampit, Kualitas Udara Masuk Level Berbahaya

Akhmaddiannor • 24 September 2026 14:45

Sampit: Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali diselimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi tersebut menyebabkan kualitas udara memburuk dan mengganggu aktivitas warga.

Warga Sampit, Mahyuni, mengatakan kabut asap yang pekat membuat aktivitas warga terbatas. Asap dan abu bahkan masuk hingga ke dalam rumah.

"Siang ini asap sangat pekat, tidak ada lagi ruang untuk kita menghirup udara segar, khususnya di Sampit. Kabut asap pekat terjadi dari pagi, siang, bahkan sore hari ini," ujar Mahyuni di Sampit, Kamis, 24 September 2026.


Berdasarkan pantauan Metro TV, asap tampak pekat sejak pagi hingga siang hari dan masih terlihat menjelang sore. Jarak pandang warga ikut terganggu, sementara bau asap dan abu sisa pembakaran terbawa angin hingga masuk ke permukiman.

Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) tercatat mencapai 1.028 PM10, yang menunjukkan kondisi udara sangat berbahaya bagi kesehatan. Paparan asap karhutla terutama berisiko bagi anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan.

"Tidak ada lagi ruang terbuka untuk udara segar," ucap Mahyuni.


Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/Akhmad Dian Noor)


Di tengah kondisi tersebut, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas. Masyarakat juga diminta segera mencari pertolongan medis jika mengalami keluhan seperti sesak napas, batuk, atau iritasi pada mata dan tenggorokan.

Petugas gabungan masih melakukan penanganan di sejumlah titik karhutla. Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan untuk mencegah api kembali muncul serta mengurangi dampak asap di wilayah Sampit.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan. Kondisi cuaca yang kering dapat membuat api cepat meluas dan memperburuk kabut asap.

(Silvana Febiari)