Tabungan Masyarakat di Bank Daerah Capai Rp75 Triliun

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Tabungan Masyarakat di Bank Daerah Capai Rp75 Triliun

Husen Miftahudin • 23 August 2026 14:01

Jakarta: Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mencatat saldo tabungan Simpanan Pembangunan Daerah (Simpeda) mencapai sekitar Rp75 triliun per Juni 2026. Nilai tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap bank pembangunan daerah (BPD) di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Asbanda Agus H. Widodo mengatakan dana Simpeda berasal dari masyarakat dan dikelola BPD secara hati-hati untuk kemudian disalurkan kembali melalui pembiayaan kepada masyarakat, UMKM, serta dunia usaha.

"(Tabungan Simpeda) Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat," kata Agus melalui keterangan yang diterima di Jakarta, dikutip dari Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.

Menurut Agus, tantangan Simpeda ke depan tidak hanya meningkatkan jumlah rekening dan saldo, tetapi juga memastikan produk tersebut tetap relevan dengan perubahan perilaku masyarakat. Nasabah membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman, serta terhubung dengan berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Asbanda mendorong BPD terus meningkatkan pengalaman digital Simpeda sekaligus memperluas pemanfaatannya untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant, dan berbagai layanan finansial lainnya.

"Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah," kata Agus.

Transformasi digital tersebut diharapkan memperkuat Simpeda sebagai salah satu sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD. Dana tersebut selanjutnya dapat mendukung fungsi intermediasi perbankan di daerah.
 



(Ilustrasi. Foto: dok MI)
 

27 BPD jadi kekuatan Simpeda


Asbanda menilai Simpeda memiliki keunggulan karena menjadi produk bersama 27 BPD di seluruh Indonesia. Jaringan tersebut menjadi salah satu pembeda yang perlu terus diperkuat.

Masing-masing BPD memiliki pemahaman, kedekatan, dan jaringan yang kuat di wilayahnya. Jika kekuatan tersebut semakin terhubung, Simpeda dinilai memiliki peluang untuk berkembang sebagai layanan perbankan ritel nasional yang bertumpu pada kekuatan daerah.

"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," ujar Agus.

Asbanda juga terus mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan. Pengembangan tersebut diarahkan agar Simpeda dapat menjangkau berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda.

"BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah," tegas Agus.

(Husen Miftahudin)