Upaya pemadaman karhula dengan helikopter water bombing di Kabupaten Kampar, Riau, Jumat, 21 Agustus 2026. Dokumentasi/ BNPB
Cegah Karhutla Meluas, BNPB Minta Warga Aktif Lapor Titik Api
Lukman Diah Sari • 22 August 2026 11:04
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat, terutama yang berada di wilayah Pulau Kalimantan dan Sumatra, agar segera melapor ke petugas atau pemerintah daerah apabila menemukan titik api maupun kebakaran.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan pelaporan tersebut sangat bermanfaat untuk mempercepat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Respons cepat dari seluruh unsur menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat, lingkungan, serta aktivitas ekonomi," ujar Berton di Jakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu, 22 Agustus 2026.
Saat ini, BNPB terus memperkuat penanganan karhutla secara terpadu melalui pengerahan satuan tugas (satgas) darat dan udara di bawah pos komando (posko) di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Langkah pencegahan dan pemberdayaan masyarakat tetap menjadi fokus utama.
Sebagai bagian dari operasi udara, BNPB mengerahkan 39 unit armada yang terdiri atas helikopter patroli, pesawat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), dan helikopter water bombing.

Upaya pemadaman karhula dengan helikopter water bombing di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat, 21 Agustus 2026. Dokumentasi/ BNPB
Berikut adalah rincian sebaran 39 unit armada udara BNPB di 6 provinsi prioritas:
-
Provinsi Riau: 1 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 5 unit helikopter water bombing.
-
Provinsi Jambi: 1 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 2 unit helikopter water bombing.
-
Provinsi Sumatra Selatan: 1 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 7 unit helikopter water bombing.
-
Provinsi Kalimantan Selatan: 1 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 3 unit helikopter water bombing.
-
Provinsi Kalimantan Tengah: 1 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 4 unit helikopter water bombing.
-
Provinsi Kalimantan Barat: 2 unit helikopter patroli, 1 unit pesawat OMC, dan 5 unit helikopter water bombing.