Karhutla Merembet ke Kawasan Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru

Sejumlah orang menyaksikan karhutla merembet ke halaman kawasan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (21/8/2026). ANTARA/HO-Dokumen Pribadi.

Karhutla Merembet ke Kawasan Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru

Silvana Febiari • 21 August 2026 23:54

Banjarbaru: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merembet ke kawasan Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Api berasal dari lahan di seberang sekolah dan merambat setelah tertiup angin kencang sekitar pukul 15.30 WITA.

Petugas keamanan SRT 9 Banjarbaru Muhammad Kaspul Anwar mengatakan api awalnya muncul dari area di sekitar sisi bengkel Menggo Group. Kemudian bergerak ke arah jalan akibat tiupan angin kencang hingga sebagian api menyeberang menuju kawasan sekolah.

“Karena angin, jadi dia ke arah jalan. Tambah anginnya tambah kencang tadi, sebagian sudah mulai nyebrang ke lahan Sekolah Rakyat,” kata Kaspul, dilansir dari Antara, Jumat, 21 Agustus 2026. 


Setelah api merembet ke lahan Sekolah Rakyat, petugas sekolah bersama sejumlah pihak langsung melakukan pemadaman secara gotong royong. Tujuannya untuk mencegah api yang telah menyeberang semakin meluas dan mendekati fasilitas SRT 9 Banjarbaru.

Pihak sekolah menggunakan empat unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk membantu memadamkan titik api yang menyeberang ke kawasan sekolah. Terutama pada bagian yang berpotensi mendekati sarana pendidikan.

Api yang merembet ke lahan Sekolah Rakyat berhasil dipadamkan sebelum pukul 16.00 WITA. Penanganan dilakukan secara bersama-sama untuk mencegah api meluas dan merusak fasilitas sekolah.

“Alhamdulillah fasilitas Sekolah Rakyat tidak ada yang rusak,” ujarnya.


Petugas BPBD Kalsel memadamkan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat, 21 Agustus 2026. ANTARA/Tumpal Andani Aritonang


Meski tidak merusak fasilitas fisik sekolah, kejadian tersebut berdampak pada jaringan listrik, terutama kabel untuk layanan Wi-Fi. Petugas Telkom kemudian datang ke lokasi untuk memantau kondisi jaringan setelah kebakaran.

“Penanganan cepat dilakukan karena angin kencang berpotensi mempercepat pergerakan api dari lahan terbakar menuju kawasan sekolah sehingga pemadaman segera dilakukan untuk mencegah api meluas,” ujar Kaspul.

Hingga pukul 18.30 WITA, sejumlah petugas memperbaiki fasilitas jaringan internet dan kabel-kabel yang terdampak akibat kobaran api. Luas lahan terdampak diperkirakan sekitar satu hingga dua hektare.

Petugas juga mengerahkan satu unit ekskavator membersihkan lahan dam rumput kering di lokasi kejadian untuk mencegah lahan kembali terbakar.

(Silvana Febiari)