Piala Soekarno Cup 2026. Dokumentasi/ DPD PDIP Jatim
Soekarno Cup 2026 Jadi Panggung Talenta Muda Dilirik Klub Profesional
Amaluddin • 25 August 2026 07:17
Surabaya: Soekarno Cup 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi bagi pesepak bola usia muda. Turnamen yang mempertemukan talenta dari berbagai daerah itu mulai membuka jalan bagi sejumlah pemain untuk menembus level profesional.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah mengatakan sejumlah pemain Soekarno Cup 2026 mulai dilirik klub profesional, terutama peserta Liga 2 dan Liga 3 Indonesia. Menurutnya, hal itu menjadi salah satu hasil penting turnamen yang digelar untuk membina pesepak bola muda.
"Alhamdulillah, selama penyelenggaraan pertandingan banyak talenta-talenta muda kita yang sudah dikirim untuk masuk di Liga 2 dan Liga 3 yang sebentar lagi akan bergulir sebagai ajang kompetisi PSSI," kata Said, di sela final Soekarno Cup 2026 di Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Senin malam, 24 Agustus 2026.
Baca Juga :
Said menilai kemunculan talenta baru menunjukkan pentingnya kompetisi yang serius dan berkelanjutan dalam pembinaan sepak bola usia muda. Ia menyebut Soekarno Cup sebagai kontribusi PDIP bagi perkembangan sepak bola nasional sekaligus upaya membangun karakter generasi muda melalui olahraga.
"Inilah sedikit, setitik sumbangsih PDI Perjuangan bagi perkembangan sepakbola untuk membentuk karakter bangsa lewat pemain usia 17 tahun," ujar Said.
Said mengatakan para pemain tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis di lapangan, tetapi juga dari sikap sportif. Semangat menjaga persatuan turut menjadi bagian penting dalam kompetisi tersebut.
Menurut dia, pertandingan sepak bola usia muda tidak seharusnya hanya berorientasi pada menang atau kalah. Kompetisi juga menjadi ruang bagi pemain untuk belajar disiplin, kerja sama, sportivitas, dan menghormati lawan.
"Hari ini puncak final pertandingan. Pada akhirnya pemenang harus ditentukan dan hari ini berlaga di tengah kita Bali lawan Jawa Barat," ungkap Said.
Said berharap pertandingan final berlangsung dengan menjunjung tinggi prinsip fair play. Pesan tersebut sejalan dengan semangat yang ditekankan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri sejak awal penyelenggaraan Soekarno Cup.
"Kami yakin pertandingan final ini, sebagaimana disampaikan ketum sejak awal Soekarno Cup, jagalah persatuan kita, jagalah sportivitas, fair play, agar final ini enak ditonton dan menjadi contoh bagi perkembangan sepak bola di Tanah Air," tuturnya.
.jpeg)
Dua pesepakbola muda memperebutkan bola dalam turnamen sepakbola Soekarno Cup yang digelar di Jawa Timur. ANTARA/HO-Panitia Soekarno Cup
Said menilai pengalaman bertanding dalam kompetisi serius menjadi modal penting bagi pemain muda. Pengalaman tersebut dapat membantu mereka mempersiapkan diri sebelum terjun ke sepak bola profesional.
Terlebih, perhatian dari klub Liga 2 dan Liga 3 menunjukkan bahwa kompetisi usia muda dapat menjadi jalur bagi pemain berbakat menuju klub profesional.
Said juga mengapresiasi masyarakat Jawa Timur, khususnya warga Surabaya dan sekitarnya, atas dukungan terhadap Soekarno Cup 2026. Dukungan publik turut membantu turnamen hingga pertandingan final berlangsung tertib dan lancar.
"Saya terima kasih ke warga Surabaya yang luar biasa. Sebagai tuan rumah, dengan kerendahan hati kami minta maaf sebesar-besarnya apabila pelayanan belum maksimal," imbuhnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri atas kekurangan selama pelaksanaan turnamen.
"Terima kasih warga Surabaya, Soekarno Cup 2026 berjalan lancar dan tertib. Sekali lagi kepada Ketum Ibu Megawati kami minta maaf apabila ada kekurangan," ucapnya.