Netanyahu Tuduh Iran Mencoba Bunuh Salah Satu Putranya

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Foto: Anadolu

Netanyahu Tuduh Iran Mencoba Bunuh Salah Satu Putranya

Fajar Nugraha • 25 August 2026 13:54

Teheran: Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Iran mencoba membunuh salah satu putranya.

Tetapi Netanyahu tidak memberikan rincian mengenai kapan atau di mana dugaan rencana pembunuhan itu terjadi, ataupun putra mana yang menjadi target.

Tuduhan Netanyahu pada Senin 23 Agustus 2026 itu muncul di tengah posisi koalisinya yang tertinggal dalam jajak pendapat menjelang pemilihan umum bulan Oktober, menyusul perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Perang tersebut bermula dari serangan gabungan AS-Israel di Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei beserta empat anggota keluarganya, termasuk putrinya, Boshra, dan cucu perempuannya yang berusia 14 bulan, Zahra.

Menurut The Jerusalem Post, Netanyahu menyampaikan klaim mengenai dugaan rencana Iran terhadap putranya itu dalam sebuah wawancara telepon dengan Channel 14, sebuah saluran media konservatif Israel yang dikenal kerap memberitakan pemerintah secara positif.

"Ini adalah kasus yang luar biasa. Iran menargetkan salah satu putra saya. Iran mencoba membunuhnya, mencoba membunuh salah satu putra saya," ujar Netanyahu, seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa 25 Agustus 2026.

Ia menanggapi laporan bahwa salah satu badan keamanan Israel menolak memberikan pengawalan keamanan bagi Gadi Eisenkot, mantan kepala angkatan darat yang bersaing ketat dengan Netanyahu untuk posisi perdana menteri berikutnya menjelang pemilihan umum.

Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap pemberian perlindungan sepanjang waktu bagi Eisenkot, seraya mengatakan bahwa hal itu "bukanlah sebuah kemewahan".

"Tanpa hal itu, (pihak Iran) akan berhasil," ujar Netanyahu.

Netanyahu memiliki dua orang putra dan seorang putri. Menurut The Jerusalem Post, kedua putranya serta istrinya telah mendapatkan perlindungan pribadi tambahan dari otoritas Israel sejak Juli.

Putra sulungnya, Yair (35 tahun), telah menghabiskan waktu cukup lama di kota Miami, AS, sejak awal tahun 2024, yang memicu kontroversi di Israel terkait biaya perlindungannya yang ditanggung oleh pembayar pajak.

Sementara itu, Iran telah berjanji akan membalas dendam atas kematian Khamenei dan keluarganya.

Putra Khamenei, Mojtaba, ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi yang baru seminggu setelah kematian Ali Khamenei. Mojtaba Khamenei belum terlihat di depan umum sejak penunjukannya, namun dalam sebuah pesan yang diterbitkan saat upacara pemakaman ayahnya, ia berjanji untuk "membalas darah" mantan pemimpin tertinggi tersebut.

(Fajar Nugraha)