Operasi water bombing untuk pemadaman karhutla di Kalimantan Tengah, Minggu, 23 Agustus 2026. Dokumentasi/ BNPB
BNPB Perkuat Penanganan Karhutla di Empat Provinsi Melalui Operasi Darat dan Udara
Silvana Febiari • 24 August 2026 14:55
Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah prioritas melalui operasi udara, darat, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penguatan dilakukan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jambi.
Di Kalimantan Barat, empat helikopter water bombing dikerahkan pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam delapan sortie, helikopter melakukan 223 kali penjatuhan air dengan total 1.052.000 liter.
"Dari operasi tersebut, dilaporkan estimasi luas lahan yang berhasil ditangani sekitar 13 hektare," kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulis, Senin, 24 Agustus 2026.
Baca Juga :
Penanganan juga diperkuat melalui OMC yang berlangsung pada 22–27 Agustus 2026. Pada 23 Agustus, OMC dilakukan sebanyak tiga sortie dengan menggunakan 3.000 kilogram bahan semai untuk mendorong pertumbuhan awan hujan di wilayah yang berpotensi terdampak karhutla.
"Satu unit armada patroli juga dikerahkan untuk memantau wilayah terdampak," tutur Berton.
Sementara itu, operasi darat yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, DLHK, dan unsur terkait telah menangani sekitar 104,8 hektare lahan. Potensi pengerahan personel gabungan di Kalimantan Barat mencapai 2.751 personel.

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan untuk mendorong pertumbuhan awan di wilayah Kalimantan Barat, Minggu, 23 Agustus 2026. Dokumentasi/ BNPB
Di Kalimantan Tengah, dua armada patroli udara mendeteksi 25 fire spot. Tiga helikopter water bombing juga dikerahkan dan melakukan 159 kali penjatuhan air.
"Terkait dengan operasi OMC, tim BNPB terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memastikan waktu paling efektif dalam melaksanakan operasi OMC di wilayah terdampak. Di samping itu, satgas darat berhasil menangani 55,63 hektare lahan terbakar," ungkap Berton.
Penanganan tersebut didukung sekitar 10.700 personel yang terdiri atas BPBD, relawan, Masyarakat Peduli Api, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan Manggala Agni.
Penanganan karhutla juga diperkuat di Kalimantan Selatan dengan mengerahkan dua armada patroli dan tiga helikopter water bombing. Pada 23 Agustus, dua helikopter aktif melakukan 243 kali penjatuhan air dengan total 1.029.000 liter dan menangani sekitar 13 hektare lahan.
"Operasi darat dilakukan di 11 wilayah dengan dukungan sedikitnya 714 personel. Tercatat seluas 40,9 hektare berhasil ditangani hingga Minggu," ujar Berton.

Upaya pemadaman karhutla oleh satgas darat di wilayah Kalimantan Tengah, Minggu, 23 Agustus 2026. Dokumentasi/ Daops Manggala Agni Kalimantan III
Sementara di Jambi, dua armada patroli udara menemukan 14 fire spot. Operasi water bombing secara kumulatif hingga 23 Agustus telah menangani sekitar 226,9 hektare lahan.
"Pada saat yang sama, operasi darat masih berlangsung di sejumlah lokasi dengan status padam, pemadaman, dan pendinginan," tambahnya.
OMC di Jambi telah dilaksanakan pada 3–12 Juni 2026 dengan menggunakan satu armada. Dalam 13 sortie, operasi tersebut menggunakan total 12.991 kilogram bahan semai NaCl.
BNPB bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus mengoptimalkan operasi udara dan darat, pemantauan titik panas, serta koordinasi lintas sektor untuk mencegah karhutla meluas dan mengurangi dampaknya terhadap masyarakat.