49.909 Rumah di Jakpus Terapkan Pemilahan Sampah

Ilustrasi - Pilah sampah oleh Bank Sampah RW 08 Kelurahan Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat. ANTARA/HO-Pemkot Jakpus

49.909 Rumah di Jakpus Terapkan Pemilahan Sampah

Siti Yona Hukmana • 20 August 2026 17:37

Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat mencatat puluhan ribu rumah atau 39,43 persen dari total 126.589 rumah telah menerapkan pemilahan dari sumber sampah per Rabu, 19 Agustus 2026. Jumlah tersebut merupakan hasil sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat di tingkat RT/RW, kelurahan, kecamatan, hingga sektor usaha hotel, restoran, dan kafe (horeka).

"Per 19 Agustus 2026, jumlah rumah yang telah memilah sampah mencapai 39,43 persen atau sebanyak 49.909 rumah," kata Kepala Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Slamet Riyadi di Jakarta dilansir Antara, Kamis, 20 Agustus 2026.

Menurut dia, edukasi dan sosialisasi secara langsung terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan pengurangan sampah sebelum dibawa ke tempat pengolahan atau pembuangan akhir.

Selain meningkatkan jumlah rumah yang melakukan pemilahan sampah, Sudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat mengoptimalkan pengurangan sampah melalui bank sampah serta pengolahan sampah organik langsung dari sumber. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, kata Slamet, pengurangan sampah melalui bank sampah di Jakarta Pusat mencapai 1.399,65 ton atau rata-rata sekitar 6,66 ton per hari.

Sementara itu, pengurangan sampah organik melalui berbagai metode pengolahan, seperti biokonversi menggunakan maggot atau black soldier fly (BSF) dan pengomposan, mencapai 322,78 ton. Dia menjelaskan pengelolaan sampah dari sumber menjadi salah satu strategi untuk mengurangi volume sampah yang harus diangkut dan diproses di tingkat akhir.

Ilutrasi botol plastik. Foto: Antara.

Upaya tersebut melibatkan masyarakat melalui pemilahan sampah rumah tangga, penguatan bank sampah serta pemanfaatan sampah organik agar tidak seluruhnya masuk dalam rantai pengangkutan menuju tempat pembuangan akhir. Dengan capaian tersebut, Pemkot Administrasi Jakarta Pusat terus menyosialisasikan dan edukasi kepada masyarakat serta memperkuat pengelolaan sampah berbasis sumber agar persentase rumah yang memilah sampah terus meningkat.

Slamet berharap keterlibatan masyarakat dapat semakin luas. Sehingga, pemilahan dan pengurangan sampah tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kunci utama keberhasilan program ini yakni perubahan perilaku masyarakat. Dunia usaha dan pasar juga melakukan upaya pemilahan dan pengurangan sampah dari sumber," ungkap Slamet.

(Siti Yona Hukmana)