Ketegangan Kawasan Meningkat, AS Perbarui Peringatan Perjalanan ke Timur Tengah

Departemen Luar Negeri AS memperbarui peringatan perjalanan ke Timur Tengah. (Anadolu Agency)

Ketegangan Kawasan Meningkat, AS Perbarui Peringatan Perjalanan ke Timur Tengah

Willy Haryono • 18 July 2026 10:28

Washington: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Jumat, 17 Juli 2026, memperbarui peringatan perjalanan bagi warga negaranya yang berada atau berencana bepergian ke kawasan Timur Tengah menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah tersebut.

Melalui imbauan yang dibagikan Biro Urusan Konsuler di platform media sosial X, pemerintah AS menyatakan situasi keamanan di Timur Tengah masih sangat dinamis dan berpotensi mengalami eskalasi secara tiba-tiba.

"Karena tingginya ketegangan di Timur Tengah, situasi keamanan tetap kompleks dengan potensi eskalasi yang tidak terduga," ujar peringatan tersebut, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Sabtu, 18 Juli 2026.

Pemerintah AS mengimbau warganya yang berada di kawasan itu untuk terus memantau perkembangan situasi melalui pemberitaan terbaru.

Selain itu, warga yang akan melakukan perjalanan menuju atau melintasi kawasan Timur Tengah diminta mengonfirmasi jadwal penerbangan langsung kepada maskapai masing-masing sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan operasional.

Washington juga meminta warga negaranya untuk mempertimbangkan kembali rencana perjalanan ke atau melalui Timur Tengah.

Departemen Luar Negeri AS turut mengarahkan para pelancong agar memeriksa peringatan keamanan yang berlaku untuk masing-masing negara tujuan sebelum melakukan perjalanan.

Pembaruan peringatan ini dikeluarkan di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait situasi di Selat Hormuz.

Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara saling melancarkan serangan meskipun sebelumnya telah menyepakati nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan sebagai upaya mengakhiri konflik dan membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran akan potensi eskalasi lebih lanjut yang dapat memengaruhi keamanan perjalanan dan aktivitas penerbangan di kawasan Timur Tengah.

Baca juga:  IRGC Klaim Cegat Empat Kapal di Selat Hormuz dalam Operasi Rudal dan Drone

(Willy Haryono)