Kemenkes: Kasus Campak Turun 93%

Ilustrasi. Foto: Freepik.com.

Kemenkes: Kasus Campak Turun 93%

M. Iqbal Al Machmudi • 31 March 2026 10:34

Jakarta: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan tren kasus campak di Indonesia terus menunjukkan penurunan signifikan hingga pekan ke-12 tahun 2026. Tercatat, jumlah kasus melandai ke angka 146 kasus, turun drastis sekitar 93% jika dibandingkan dengan puncak ledakan kasus pada awal tahun yang mencapai 2.220 kasus.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menekankan bahwa meskipun angka nasional menurun, tenaga medis dan tenaga kesehatan tetap menjadi kelompok paling rentan tertular karena intensitas kontak langsung dengan pasien di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, Kemenkes mewajibkan penguatan protokol pencegahan infeksi secara ketat di seluruh RS dan Puskesmas.
 


“Dengan meningkatnya kasus campak dan tingginya angka perawatan di rumah sakit, tenaga medis dan tenaga kesehatan menjadi kelompok yang berisiko tinggi. Oleh karena itu, langkah kewaspadaan dan perlindungan harus diperkuat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan,” ujar Andi, dalam keterangannya, dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia juga meminta para tenaga kesehatan untuk tidak lengah dan segera melaporkan diri jika merasakan gejala yang mengarah pada infeksi campak guna memutus rantai penularan di lingkungan kerja.

“Kami mengimbau seluruh tenaga kesehatan untuk tetap disiplin menjalankan protokol pencegahan dan segera melaporkan jika menemukan kasus suspek. Respons cepat sangat penting untuk mencegah penularan yang lebih luas,” kata Andi.


Ilustrasi campak. Foto: ANTARA/Shutterstock.

Data Kemenkes menunjukkan penurunan konsisten sejak pekan ke-10 (1.379 kasus) hingga pekan ke-11 (364 kasus), sebelum akhirnya menyentuh 146 kasus di pekan ke-12. Jumlah suspek juga dilaporkan menyusut menjadi 211 suspek.

Sebagai langkah intervensi, pemerintah telah menggularkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/1602/2026 guna meningkatkan kewaspadaan bagi tenaga medis. Selain itu, program Outbreak Response Immunization (ORI) dan Catch-Up Campaign (CUC) Campak/MR telah dilaksanakan secara masif di 102 kabupaten/kota.

Sasaran utama imunisasi tambahan ini difokuskan pada anak usia 9 hingga 59 bulan. Meski tren terus membaik, pemerintah menegaskan bahwa kewaspadaan dini tetap menjadi kunci utama agar kasus tidak kembali melonjak di masa mendatang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)