Uji Coba Makan Bergizi Gratis Prasmanan di Malang, Siswa Antusias

Pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan di MIN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 2 April 2025. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq

Uji Coba Makan Bergizi Gratis Prasmanan di Malang, Siswa Antusias

Daviq Umar Al Faruq • 2 April 2026 16:57

Malang: Uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan mulai diterapkan di MIN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 2 April 2025. Skema ini menjadi yang pertama kali digelar di Kota Malang, sebagai bagian dari evaluasi pola distribusi makanan bagi siswa.

Pelaksanaan uji coba ini bertepatan dengan momen halalbihalal di sekolah, sehingga konsep prasmanan dinilai relevan untuk diuji. Metode ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan variasi menu sekaligus menjaga kualitas makanan tetap segar saat dikonsumsi siswa.


 Pelaksanaan uji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan konsep prasmanan di MIN 2 Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, 2 April 2025. Metrotvnews.com/Daviq Umar Al Faruq

Kepala SPPG Kota Malang Sukun, Gadang 2, Ita Herlistyawati menjelaskan uji coba ini merupakan tindak lanjut arahan dari pusat. Kebijakan tersebut mendorong sekolah menyesuaikan penyajian MBG dengan momentum kegiatan yang ada.

"Iya, jadi arahan dari Bapak Kabadan melalui Zoom meeting di hari Jumat kemarin, kita dianjurkan untuk kalau misal memang di sekolah ini ada halalbihalal, kita menyediakan makanan MBG-nya itu dalam bentuk prasmanan gitu. Nah, sekalian untuk uji coba kalau misal prasmanan itu efektif atau tidak gitu," kata Ita, di sela-sela uji coba.

Dalam uji coba perdana ini, SPPG menyediakan sekitar 1.300 porsi makanan yang diperuntukkan bagi siswa hingga tenaga pendidik. Menu yang disajikan kental dengan nuansa lebaran, mulai dari ayam, krecek, sayur labu siam, tempe, telur kecap, hingga es buah sebagai pelengkap gizi.

Teknis dan Pengawasan Gizi

Untuk menjaga ketertiban, siswa mengambil makanan secara mandiri melalui lima jalur antrean yang telah diatur. Tim SPPG menerjunkan 47 petugas untuk mengawasi alur distribusi agar siswa tidak mengambil porsi secara berlebihan.

"Iya, itu kita dari tim SPPG juga ada pengawasnya. Jadi ada dari tim pemorsian kami yang mengawasi jalannya anak-anak itu dalam pengambilannya atau mungkin nanti juga diarahkan juga dari tim pemorsian kami gitu," jelas Ita.

Kepala Satuan Pelayanan Pendidikan Indonesia (SPPI) Kota Malang, Athoillah, menegaskan bahwa aspek keamanan pangan (food safety) tetap menjadi prioritas utama. Seluruh relawan diwajibkan menjaga standar food safety dan penggunaan alat pelindung diri.

"Setiap relawan yang sudah menjadi bagian, datang kemari dengan tetap mengutamakan food safety, keamanan pangan, dan juga APD-nya juga terjaga, sehingga makanan enggak sampai ada kekurangan kualitas, gitu," kata Athoillah. Kemudian, pengendalian gizi dilakukan dengan menggunakan sendok takar yang diawasi oleh tenaga ahli gizi. Langkah ini bertujuan memastikan setiap siswa memperoleh asupan sesuai standar kebutuhan.

"Ya, kalau untuk kontrol gizi, tentunya ada takaran porsinya. Di situ juga akan dipantau sama ahli gizi yang harus ikut juga percobaan prasmanan ini, di acara uji coba ini," beber Athoillah.

Ia menambahkan, keunggulan utama sistem prasmanan adalah makanan yang lebih segar (fresh) dan hangat dibandingkan sistem distribusi kotak (ompreng). Namun, ia mengakui adanya tantangan logistik yang lebih kompleks dalam proses transportasi ke sekolah.

Wali Kota Malang: Siswa Puas 

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, yang hadir langsung meninjau lokasi, turut berdialog dengan para siswa. Menurutnya, siswa cenderung lebih puas karena bisa menyesuaikan porsi sesuai kebutuhan.

"Tadi saya sempat berdialog dengan mereka, siswa kelas 6, dan memang dengan prasmanan ini kelebihannya menu lebih hangat, porsinya bisa lebih banyak, dan menunya bervariasi," ujar Wahyu.

Namun, ia menekankan perlunya pengaturan waktu belajar karena sistem antre membutuhkan durasi lebih lama. Hal ini menjadi catatan penting dalam evaluasi ke depan. Pemkot Malang memastikan hasil uji coba ini akan dievaluasi secara menyeluruh sebelum diterapkan lebih luas. 

"Nah, nanti kita akan evaluasi. Ini kan masih uji coba. Kita akan laporkan kepada BGN, nanti juga melalui koordinator wilayah MBG di sini," tegas Wahyu.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Lukman Diah Sari)