Korea Utara meluncurkan rudal balistik dari lokasi yang tak disebutkan. (KCNA)
Korea Utara Kecam Penjualan Rudal AS ke Korea Selatan
Willy Haryono • 13 June 2026 15:50
Pyongyang: Korea Utara mengecam keputusan Amerika Serikat yang menyetujui penjualan rudal udara-ke-udara canggih beserta peralatan pendukung kepada Korea Selatan. Pyongyang menilai langkah tersebut berpotensi memperburuk ketegangan di Semenanjung Korea.
Kecaman itu disampaikan Kementerian Luar Negeri Korea Utara melalui pernyataan yang dimuat kantor berita resmi KCNA dan dikutip AsiaOne pada Sabtu, 13 Juni 2026.
Direktur Jenderal Kebijakan Luar Negeri Korea Utara menuduh kerja sama militer antara Washington dan Seoul terus diperkuat secara sistematis meskipun, menurutnya, terdapat kekhawatiran internasional mengenai meningkatnya ketegangan di kawasan.
Pejabat tersebut merujuk pada persetujuan Departemen Luar Negeri AS atas penjualan rudal udara-ke-udara canggih dan perlengkapan terkait senilai hampir USD300 juta kepada Korea Selatan.
Menurut Korea Utara, keputusan itu menjadi bukti terbaru meningkatnya kerja sama pertahanan antara Amerika Serikat dan Korea Selatan.
"Ekspor senjata AS adalah ekspor perang," demikian pernyataan pejabat tersebut seperti dikutip KCNA.
Pyongyang juga menegaskan akan terus memperkuat kemampuan pertahanan dan daya tangkal militernya guna menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan.
Korea Utara selama ini secara rutin mengkritik kerja sama militer antara Amerika Serikat dan Korea Selatan. Pemerintah di Pyongyang menilai latihan militer gabungan serta penjualan persenjataan AS kepada Seoul merupakan persiapan untuk menghadapi perang, tuduhan yang berulang kali dibantah oleh Washington dan Seoul.
Baca juga: Kirim Drone ke Korut, Eks Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 30 Tahun Penjara