Sejumlah Tokoh Hadiri Kirab Pusaka 1 Suro Mangkunegaran

Prosesi awal kirab pusaka malam 1 Suro Pura Mangkunegaran. Metrotvnews.com/ Triawati

Sejumlah Tokoh Hadiri Kirab Pusaka 1 Suro Mangkunegaran

Triawati Prihatsari • 16 June 2026 23:51

Solo: Kirab pusaka malam 1 Suro Pura Mangkunegaran digelar pada Selasa malam, 16 Juni 2026. Pangeran Sepuh GPH Paundrakarna Jiwo Suryonegoro bertindak sebagai cucuk lampah dalam kirab tersebut.

Sejumlah tokoh masyarakat terlihat mengikuti kirab tersebut di antaranya politikus PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha beserta istri, Menteri PU Dody Hanggodo, Chef Arnold Poernomo, Wali Kota Solo Respati Ardi. 

"Makna Suro adalah mengundang masyarakat untuk "mulih" atau pulang. Pulang dalam hal ini pulang ke rumah, pulang untuk kembali ke akar, pulang untuk kembali ke diri sendiri. Itulah sebetulnya makna Suro. Terutama Suro yang ada di Mangkunegaran," ungkap Ketua penyelenggara kirab pusaka malam 1 Sura Pura Mangkunegaran, GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo atau akrab disapa Gusti Sura, di Solo. 
 


Ia menambahkan, peringatan Suro di Pura Mangkunegaran tidak hanya berlangsung pada malam 1 Suro. Rangkaian ritual tersebut berlangsung selama 24 jam penuh.

"Jadi Suro tahun ini tidak hanya acaranya difokuskan di malam 1 Suro. Tetapi rangkaian ritual adat akan berlangsung selama 24 jam atau satu hari full. Dari matahari terbenam sampai matahari terbit," ungkap Gusti Sura. 


Prosesi awal kirab pusaka malam 1 Suro Pura Mangkunegaran. Metrotvnews.com/ Triawati


Prosesi kirab diawali dengan keluarnya enam pusaka Pura Mangkunegaran atas perintah Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X. Keenam pusaka tersebut terdiri dari lima tombak dan satu pusaka yang ditempatkan di dalam jodang atau kotak kaca.

Dipimpin GPH Paundrakarna, keenam pusaka dikirab mengikuti rute keluar Pura Mangkunegaran. Prosesi tersebut turut diikuti keluarga dan kerabat, sejumlah pejabat pemerintah, tokoh publik, hingga masyarakat umum.

Para peserta menjalani prosesi kirab dengan laku tapa bisu atau berjalan dalam diam. Rute kirab dimulai dari Pura Mangkunegaran menuju Ngarsopuro (Jalan Diponegoro), Jalan Slamet Riyadi, Jalan Kartini, Jalan RM Said, Jalan Teuku Umar, kemudian kembali ke Ngarsopuro dan berakhir di Pura Mangkunegaran.

(Silvana Febiari)