Danantara Pede Kontribusi BUMN ke Negara Bisa Naik Jadi Rp800 Triliun

Ilustrasi. Foto: dok MI.

Danantara Pede Kontribusi BUMN ke Negara Bisa Naik Jadi Rp800 Triliun

Husen Miftahudin • 11 June 2026 23:09

Jakarta: Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menegaskan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tetap menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Menurut dia, kontribusi BUMN terhadap penerimaan negara mencapai sekitar Rp600 triliun sampai Rp700 triliun setiap tahun.

Dony menilai anggapan yang menyebut BUMN secara keseluruhan mengalami kerugian tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Secara konsolidasi, perusahaan-perusahaan pelat merah justru mencatatkan kinerja positif dengan laba yang signifikan.

"BUMN itu untung. Tahun 2025 itu (untung) Rp335 triliun. Jadi itu bohong kalau bilang BUMN itu secara konsolidasi rugi. Itu bohong. Yang rugi itu hanya Rp20 triliun," ujar Dony dalam siniar Bukan Kaleng Kaleng, dikutip Kamis, 11 Juni 2026.

Ia menjelaskan laba BUMN berpotensi meningkat apabila proses penyehatan dan efisiensi perusahaan yang masih merugi dapat dijalankan secara optimal.

"Kalau yang rugi ini kita tutup, berarti untung kita menjadi Rp355 triliun. Jadi bisa disampaikan ke masyarakat, kita enggak rugi. Sudah pasti. Tapi untungnya belum maksimal," kata dia.

Selain menghasilkan laba ratusan triliun rupiah, BUMN juga berkontribusi besar terhadap penerimaan negara melalui pembayaran pajak dan berbagai kewajiban lainnya.

"Kontribusi BUMN itu terhadap pendapatan negara, di luar dari laba plus pajak, itu kurang lebih hampir sekitar Rp600 triliun sampai Rp700 triliun setiap tahun. Jadi BUMN kita itu besar," ungkap Dony.

Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto berharap kehadiran Danantara dapat memperkuat kapasitas usaha dan meningkatkan nilai ekonomi BUMN sehingga kontribusinya terhadap pembangunan nasional semakin besar.

"Makanya Presiden (Prabowo) berharap dengan adanya Danantara ini jauh menjadi lebih besar lagi," aku dia.
 

Baca juga: Perampingan BUMN Berpotensi Hemat Rp50 Triliun, Danantara Jamin Tak Ada PHK Massal


(Gedung BP BUMN. Foto: dok Humas BP BUMN)


Bidik kenaikan kontribusi BUMN jadi Rp800 triliun


Dony mengakui target peningkatan kontribusi BUMN hingga mencapai Rp800 triliun per tahun bukan pekerjaan mudah. Namun, ia optimistis sasaran tersebut dapat dicapai melalui transformasi menyeluruh di lingkungan BUMN.

Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, antara lain konsolidasi perusahaan, penyederhanaan jumlah entitas usaha, serta penyusunan peta jalan baru untuk memperkuat daya saing perusahaan negara.

"Kita mengurangi dulu jumlah perusahaan kita. Kita melakukan konsolidasi dalam perusahaan kita. Kita membangun roadmap yang baru. Kita membangun competitive advantage daripada perusahaan kita," tegas dia.

Selain pembenahan struktur bisnis, Danantara juga berfokus pada penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dony menilai pengembangan talenta menjadi faktor penting agar BUMN mampu bersaing di tingkat global.

"Kita mengembangkan human capital-nya. Termasuk juga kita sekarang men-standarisasi kualifikasi daripada orang yang menjadi Direktur BUMN," ungkap dia.

Ia menambahkan, calon direksi BUMN ke depan wajib memenuhi standar kompetensi yang telah ditetapkan melalui proses seleksi yang lebih ketat. "Kita tetapkan mereka harus melewati Basic Competency Assessment," tegas Dony.

Lebih lanjut, Dony menyebut transformasi BUMN yang sedang berjalan merupakan salah satu upaya fundamental untuk memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperbesar kontribusi BUMN terhadap pembangunan nasional.

"Saya sangat optimistis kita bisa melakukan ini. Dan dengan keyakinan penuh, kita akan membuat BUMN-BUMN kita menjadi lebih baik lagi. Tidak ada pilihan," ujar dia.

Menurut Dony, tujuan utama transformasi tersebut adalah membangun fondasi yang lebih kuat bagi generasi mendatang serta memastikan BUMN mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Saya ingin sekali meninggalkan BUMN-BUMN kita dalam keadaan yang bagus. Dan tidak perlu saya yang dikenang. Tetapi paling tidak Danantara berhasil untuk mewujudkan mimpi dan harapan banyak rakyat Indonesia," tutur Dony.

(Husen Miftahudin)