Donald Trump peringatkan Benjamin Netanyahu bisa terisolasi. Foto: Anadolu
Trump Peringatkan Netanyahu Jika Nekat Lakukan Operasi Militer ke Iran
Fajar Nugraha • 9 June 2026 19:33
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa Israel bisa berada dalam posisi terisolasi jika nekat melanjutkan aksi militer skala besar terhadap Iran.
Keterangan tersebut disampaikan Trump kepada media Axios, menyusul ketegangan intensif selama 24 jam akibat eskalasi pertempuran antara Israel dan Iran.
"Saya berkata, 'Bibi, sebaiknya kau berhati-hati, atau kau akan segera sendirian,'" kata Trump kepada Axios, seperti dikutip dari India Today, Selasa 9 Juni 2026.
Hal tersebut menggarisbawahi kekhawatirannya yang semakin besar bahwa pertempuran yang kembali terjadi dapat menggagalkan upaya untuk mengamankan kesepakatan diplomatik dengan Teheran dan menyeret Amerika Serikat lebih dalam ke dalam konflik regional.
Peringatan keras ini mencuat setelah Israel menggempur target-target yang berkaitan dengan Hezbollah di Beirut pada hari Minggu, yang kemudian memicu balasan rudal dari Iran serta meningkatkan kecemasan akan pecahnya perang yang lebih luas.
Trump, yang telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk mendorong kesepakatan dengan Iran, dilaporkan mendesak Netanyahu untuk tidak melakukan aksi balasan lanjutan karena terobosan dalam negosiasi diklaim dapat dicapai dalam hitungan hari.
Merujuk keterangan para pejabat AS dan Israel yang dikutip Axios, Trump berada dalam posisi dilematis yang sulit. Di satu sisi ia memahami kebutuhan Israel untuk merespons serangan Iran, namun di sisi lain ia sangat cemas bahwa aksi saling serang yang terus berlanjut dapat berkembang menjadi perang regional berskala penuh.
Meskipun Trump mengatakan keberatannya, Netanyahu tetap mengonfirmasi kepada pihak Gedung Putih bahwa Israel akan melanjutkan serangan dalam skala terbatas. Israel kemudian meluncurkan serangan ke sejumlah fasilitas di dalam wilayah Iran, yang langsung direspons Teheran dengan menembakkan gelombang rudal baru ke arah Israel.
Pejabat pertahanan AS mengonfirmasi bahwa militer Amerika tidak terlibat dalam penyerangan tersebut, namun ikut membantu Israel dalam mengintersepsi rudal-rudal Iran yang datang.
Seiring meningkatnya ketegangan, Trump kembali melangsungkan sambungan telepon dengan Netanyahu untuk mendesak pembatalan rencana serangan gelombang besar berikutnya terhadap Iran. Pejabat Israel menyatakan bahwa Netanyahu pada akhirnya bersedia melunak dan membatalkan serangan dengan syarat Iran tidak meluncurkan serangan lanjutan.
Trump juga mengeklaim bahwa beberapa negara di kawasan Timur Tengah telah menghubunginya untuk mendesak pengendalian diri, serta menyebut para pejabat Iran telah memberikan sinyal melalui perantara bahwa mereka siap menghentikan serangan jika Israel melakukan hal yang sama.
Dalam pidato televisi pada Senin, Netanyahu mengeklaim bahwa Israel telah berhasil menggagalkan apa yang disebutnya sebagai ancaman nuklir Iran yang sudah di depan mata, sekaligus melemahkan posisi Iran dan Hezbollah secara signifikan melalui operasi militer selama setahun terakhir.
Pemimpin Israel tersebut menyatakan bahwa serangan preventif terhadap Iran setahun lalu telah mencegah Teheran memperoleh senjata atom, dan menegaskan kembali bahwa Israel tidak akan pernah membiarkan Iran memiliki bom nuklir.
Netanyahu juga menuduh Hizbullah telah mempersiapkan serangan skala besar ke wilayah Israel utara yang melibatkan ribuan pejuang dan rentetan rudal masif. Ia mengeklaim Israel berhasil menggagalkan rencana tersebut, membunuh pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, serta terus menghancurkan infrastruktur militer kelompok tersebut termasuk fasilitas bawah tanah di Lebanon selatan.
Menurut penilaian Netanyahu, posisi Iran dan Hizbullah saat ini berada dalam kondisi terlemah yang belum pernah terjadi sebelumnya, sementara posisi Israel justru muncul menjadi lebih kuat. Namun, ia mengingatkan bahwa konflik ini belum berakhir dan menuduh Iran serta Hizbullah tengah mencoba membangun sebuah formula baru dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dari teritori Iran dan Lebanon.
Ia mengatakan bahwa Israel merespons tindakan tersebut dengan menggempur target Hizbullah di Beirut menyusul serangan lintas batas dari Lebanon, serta membidik situs militer dan ekonomi di dalam wilayah Iran pascaserangan Iran ke Israel.
Netanyahu mengonfirmasi bahwa Israel saat ini tengah menahan serangannya karena aksi militer Iran telah berhenti setelah operasi Israel usai, namun ia memperingatkan bahwa setiap agresi baru dari Teheran akan dihadapi dengan respons kekuatan yang luar biasa.
Sembari menegaskan kembali hak Israel untuk membela diri, Netanyahu mengaku telah menyampaikan pesan serupa secara langsung dalam diskusinya dengan Trump, dan bersumpah bahwa Israel akan terus bertindak dengan tegas demi memulihkan keamanan, khususnya di sepanjang perbatasan utara mereka.
(Kelvin Yurcel)