Firli Bahuri 'Menghilang' saat Polemik di KPK Memanas

Firli Bahuri 'Menghilang' saat Polemik di KPK Memanas

19 April 2023 16:11

Polemik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih menjadi pembicaraan panas belakangan ini. Kisruh di Lembaga Antirasuah yakni pemberhentian dengan hormat Brigjen Endar Priantoro, kebocoran dokumen penyelidikan, dan tersebarnya chat Komisioner Johanis Tanak dengan Kepala Biro Hukum Direktorat Jenderal (Ditjen) Minerba Kementerian ESDM Idris Sihite.

Ketua KPK Firli Bahuri seperti menghilang dari publik saat polemik di instansinya memanas. Bahkan, pentolan Lembaga Antirasuah itu menghindari kerumunan wartawan saat dipanggil Dewan Pengawas (Dewas) terkait laporan pemberhentian Endar beberapa waktu lalu.

Firli dan Johanis menjadi pimpinan yang menggunakan pintu samping Gedung Dewas KPK saat diminta klarifikasi. Sementara itu, tiga Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Alexander Marwata, dan Nawawi Pomolango lewat pintu utama dan masih memberikan keterangan ke wartawan.

Firli juga menghilang saat ada acara penandatanganan kerja sama KPK dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) pada Kamis, (13/4/2024). Dia yang harusnya mewakili Lembaga Antirasuah dalam acara itu digantikan oleh Nurul Ghufron.

Cara Firli menghindari wartawan berbeda dengan Johanis Tanak saat percakapannya dengan Idris Sihite tersebar di media sosial. Tak sampai 24 jam saat chatnya itu bocor, dia langsung memberikan klarifikasi pada 3 April 2023 dini hari usai konferensi pers operasi tangkap tangan (OTT) kasus suap di Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Saat itu, dia mengamini chat tersebut merupakan pembicaraannya dengan Idris. Diskusi mereka disebut terjadi pada Oktober 2022.
 
"Itu sebelum saya bertugas di sini (KPK), dan kemudian menjelang saya memasuki usia pensiun," kata Johanis di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis, (13/4/2023).
 
Johanis menyebut Idris merupakan sahabatnya. Percakapan itu merupakan curhatannya untuk mencari usaha baru saat pensiun agar pemasukan tetap terjamin.

"Kalau orang usia pensiun ini kan dalam kondisi yang sibuk, kemudian tiba-tiba harus berhenti, tentunya kita harus mempersiapkan juga. Sama dengan seorang yang menikah, ketika akan menikah tentunya mempersiapkan juga hal-hal apa yang diperlukan," ujar Johanis.

Firli Tak Ikut Ekspose OTT

Firli tidak menghadiri ekspose atau gelar perkara OTT Wali Kota nonaktif Yana Mulyana usai ditangkap KPK. Johanis Tanak menyebut koleganya itu tidak biasa seperti itu.

"Seingat saya semua ekspose yang terkait dengan OTT dihadiri oleh Pak Firli, kecuali waktu hari Sabtu (ekspose OTT Yana Mulyana) beliau tidak hadir," kata Johanis melalui keterangan tertulis yang dikutip pada Rabu, 19 April 2023.

Johanis mengatakan, saat itu, Firli menyampaikan izin kepada pimpinan lain untuk tidak menghadiri gelar perkara. Klaimnya saat itu ada keperluan yang tidak dapat ditinggalkan.

Johanis menjelaskan pimpinan KPK seharusnya mendengarkan hasil kegiatan tangkap tangan dalam gelar perkara. Menurutnya, Firli seharusnya yang membaca materi hasil ekspose penangkapan itu.

"Beliau (Firli) membaca materi ekspose yang akan disampaikan oleh tim dan menyetujui hasil tim lidik," ucap Johanis.

Kehilangan Firli Dikiritik

Kepala Divisi Hukum Indonesia Corruption Watch (ICW) Lalola Easter menyebut ketidakhadiran Firli di muka publik untuk menghindari permintaan respons atas polemik yang terjadi. Ketua KPK itu seharusnya tetap bertemu dengan wartawan jika tidak merasa salah seperti Johanis.

"Karena pasti dalam acara kenegaraan, pasti kan ada media dan dia otomatis akan ditanya. Ya patut diduga dia menghindar. Kalau dia enggak gitu harusnya dia kan tidak masalah ya. Kalau buat kami prinsipnya kalau bersih kenapa harus risih," ucap Lalola.

Karenanya, Lalola meminta polemik di KPK terus dipantau. ICW curiga ada suatu hal yang dilindungi hingga harus menghindari pertanyaan publik yang diwakilkan para wartawan.

"Kalau misalnya dia merasa atau menganggap misalnya secara pasti dia tidak melanggar apa-apa ya harusnya enggak perlu bersikap demikian," ujar Lalola.

Pamerkan Foto Berjabat Tangan

Firli mengirimkan keterangan tertulis pada Selasa, (18/4/2023). Dia memamerkan foto bersalaman dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Dia menyebut Lembaga Antirasuah dan Korps Bhayangkara mempunyai tujuan yang sama dalam memberantas korupsi di Indonesia.

"KPK dan Polri bahu membahu bersinergi memberantas korupsi. Polri memberikan bantuan dan andil pada setiap kegiatan KPK," kata Firli.

Firli menyebut kedua instansi penegak hukum itu berkomitmen memberantas korupsi di Indonesia. Salah satunya dengan mengedukasi dan menyosialisasi masyarakat tentang bahaya tindakan koruptif.
 
"Kami dan Kapolri beserta seluruh anggota Polri dan Insan KPK memiliki semangat yang sama untuk mewujudkan indonesia bebas dan bersih dari korupsi," ucap Firli.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Firny Firlandini Budi)
kpk