Pedagang Pasar Cipulir Keluhkan Banjir Berulang Akibat Buruknya Drainase

Pedagang di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Alvi Randa.

Pedagang Pasar Cipulir Keluhkan Banjir Berulang Akibat Buruknya Drainase

Muhammad Alvi Randa • 3 May 2026 16:05

Jakarta: Pedagang di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan, harus gigit jari setelah banjir berlumpur merendam kawasan tersebut pada Sabtu, 2 Mei 2026. Banjir yang diduga dipicu oleh proyek pembangunan gorong-gorong yang belum tuntas tersebut menyebabkan kerugian materiil hingga jutaan rupiah bagi para pedagang.

"Gorong-gorong jalan itu dibikin seperti terowongan, rencananya untuk akses ke kali besar. Tapi masih ditutup, jadi air masuknya ke pasar. Ini barang saya saja ada yang kena lumpur," ujar salah satu pedagang, Debi, di lokasi saat ditemui Metrotvnews.com, Minggu, 3 Mei 2026.
 


Debi mengatakan, air mengalir deras dari jalan raya masuk ke dalam pasar karena posisi bangunan yang lebih rendah. Genangan air membuat sejumlah stok dagangan rusak terendam lumpur hitam.

Kondisi ini memicu kritik keras dari para pedagang terhadap kinerja PD Pasar Jaya selaku pengelola. Mereka menilai penanganan banjir selama ini hanya bersifat seremonial tanpa menyentuh akar permasalahan drainase yang tersumbat.

"Hujan sedikit saja sudah masuk. Sejak bulan puasa sudah lebih dari lima kali. Pihak pengelola hanya melihat-lihat, tidak ada respons nyata," tegas pedagang lainnya, Isnadi.

Isnadi menambahkan, para pedagang terpaksa berjibaku membersihkan sisa lumpur sejak dini hari hingga subuh agar bisa kembali berjualan. Hingga siang hari, aroma tidak sedap masih tercium di beberapa titik pasar akibat sisa genangan air limbah tersebut.


Pedagang di Pasar Cipulir, Jakarta Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Muhammad Alvi Randa.

Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com di lokasi pada pukul 13.15 WIB, aktivitas perdagangan perlahan kembali normal. Namun, kekhawatiran akan banjir susulan masih menghantui para pedagang mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Pedagang meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk turun tangan memanggil kontraktor proyek gorong-gorong tersebut. Mereka berharap pembangunan segera dituntaskan agar sistem pembuangan air menuju sungai besar dapat berfungsi optimal dan tidak lagi meluap ke area pasar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)