Petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, memisahkan organ hati sapi yang terkena cacing hati, Rabu, 27 Mei 2026. ANTARA/HO-Dinas Pertanian Mataram.
60 Kasus Cacing Hati Ditemukan pada Hewan Kurban di Kota Mataram
Silvana Febiari • 29 May 2026 13:20
Mataram: Dinas Pertanian Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menemukan sekitar 60 kasus cacing hati pada hewan kurban jenis sapi yang disembelih dalam rangka Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah/2026 Masehi hingga Kamis, 28 Mei 2026. Kasus tersebut tersebar di enam kecamatan se-Kota Mataram.
"Jumlah temuan kasus tersebut kemungkinan bisa bertambah, sebab proses pemotongan hewan kurban masih berlangsung hari ini sampai Sabtu (30 Mei)," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram Lalu Hapiludin, dilansir dari Antara, Jumat, 29 Mei 2026.
Menurutnya, jumlah lokasi pemotongan hewan kurban di Mataram sampai saat ini tercatat sebanyak 213 titik, baik di masjid, pondok pesantren, sekolah, mushalla, dan lainnya di enam kecamatan se-Kota Mataram. ?Dari hasil pantauan tersebut, tercatat jumlah hewan yang dipotong mencapai 989 ekor sapi dan 1.419 ekor kambing.
Baca Juga :
Temuan kasus cacing hati pada sapi tersebut, katanya, memiliki peluang yang cukup tinggi dipicu karena faktor pakan. "Kemungkinan besar cacing hati pada ternak pasti ada, karena faktor pakan. Selain kasus cacing hati, tim kami belum temukan kasus lain," ungkapnya.
Terkadang, lanjutnya, rumput yang diberikan masih pagi, masih berembun dan basah, sehingga memicu bakteri. Selain itu, dipengaruhi juga oleh faktor kebersihan kandangnya.
?Sebagai langkah pengamanan daging kurban, katanya, petugas langsung melakukan tindakan eliminasi pada bagian organ sapi yang terkontaminasi. Bagian hati yang ditemukan mengandung cacing langsung dibuang dan dimusnahkan, baik itu sebagian kecil, sepertiga, maupun setengah dari bagian hati. Tidak dibuang semua.
"Sementara bagian daging dan organ lain yang sehat tetap masuk daging aman, sehat, utuh, dan halal (Asuh), untuk didistribusikan dan dikonsumsi masyarakat," paparnya.

Ilustrasu cacing hati pada hewan kurban. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani
Kegiatan pemeriksaan hewan dan daging kurban pada Hari Raya Iduladha dan tiga hari tasyrik dilakukan bersama dengan tim gabungan dari provinsi dengan melibatkan berbagai unsur. Mulai dari pegawai instansi provinsi, Universitas Mandalika (Undikma), Universitas Mataram (Unram), hingga Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).
?
Kolaborasi itu dapat membagi beban kerja secara efektif, mengingat aktivitas pemotongan hewan kurban di Kota Mataram dilakukan pada lebih dari 200 titik lokasi. "Total tim yang turun untuk melakukan pemeriksaan hewan dan daging kurban, sekitar 100 orang lebih, termasuk tim dari kami di Distan Mataram," ungkapnya.