Ilustrasi. Foto: dok Subholding Gas.
Tekan Impor, Pertamina Bidik LNG Penuhi 50% Pasokan Energi pada 2029
Andika Fauzan Azhari • 11 September 2026 18:16
Jakarta: Badan Pengelola (BP) BUMN bersama Danantara Indonesia terus mendorong PT Pertamina (Persero) memperkuat pasokan gas dalam negeri. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada energi impor serta mendukung tercapainya swasembada dan ketahanan energi nasional.
Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, bersama jajaran manajemen Pertamina di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Pertamina memaparkan strategi peningkatan pasokan Liquefied Natural Gas (LNG) produksi dalam negeri, penguatan jaringan gas (jargas), serta pengembangan Compressed Natural Gas (CNG). Dalam rapat tersebut, manajemen Pertamina memproyeksikan porsi LNG akan mendominasi kebutuhan energi nasional hingga beberapa tahun ke depan.
"Ke depan ini, setelah tahun 2025 kemarin, kebutuhan LNG akan semakin dominan. Pada tahun 2029, LNG diperkirakan akan mengisi lebih dari 50 persen dari seluruh pasokan. Kami juga menyiapkan mother station khusus yang disuplai dengan kantong LNG besar untuk menyalurkan hingga 12 ribu rumah," ungkap perwakilan manajemen Pertamina, dikutip Jumat, 11 September 2026.
Tekan impor LPG
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria mengapresiasi terobosan Pertamina tersebut. Dony menilai, penguatan pasokan gas domestik melalui kombinasi jargas dan CNG akan membawa dampak signifikan terhadap pengurangan beban impor LPG nasional.
"Poin-poin itulah yang sebetulnya penting, ada progres. Artinya kalau 50 persen bisa kita suplai, ketergantungan terhadap LPG kita juga akan berbanding lurus. Kombinasi antara jargas dengan CNG tadi itu luar biasa. Dampaknya terhadap impor dan ketergantungan kita terhadap LPG itu sangat signifikan," tegas Dony.
Melalui percepatan infrastruktur gas bumi dan LNG dalam negeri ini, BP BUMN dan Danantara optimistis Pertamina mampu memperkokoh sistem energi nasional sekaligus memberikan efisiensi anggaran negara yang lebih besar.