Kapolda-Pangdam Turun Tangani Karhutla Riau, Motivasi Personel di Lapangan

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo meninjau lokasi Karhutla di Paya Rumbai, Indragiri Hulu. (Foto: Ist)

Kapolda-Pangdam Turun Tangani Karhutla Riau, Motivasi Personel di Lapangan

Patrick Pinaria • 9 September 2026 20:25

Indragiri Hulu: Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Indragiri Hulu, Rabu, 9 September 2026.

Keduanya melakukan ground check sekaligus ikut dalam pemadaman dan pendinginan bersama personel gabungan di kawasan gambut yang terdampak kebakaran sekitar 70 hektare.

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo mengatakan, sebagian besar kebakaran telah berhasil dilokalisir dengan sekat kanal. Namun, titik api masih muncul karena bara tersimpan di lapisan gambut.

"Karena lahannya gambut, kita harus memastikan api betul-betul padam sampai di tingkat gambut yang paling dalam. Mudah-mudahan dua sampai tiga hari ke depan proses pendinginan bisa berjalan lancar," kata Agus.

Menurutnya, penanganan dilakukan melalui operasi darat dan udara. Satgas darat difokuskan pada pemadaman dan pendinginan, sementara water bombing dikerahkan jika ditemukan kepala api dalam skala besar. Operasi modifikasi cuaca juga disiapkan dengan memanfaatkan potensi awan hujan.


Personel gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi Karhutla Desa Paya Rumbai, Indragiri Hulu, Riau. (Foto: Ist)

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, kolaborasi menghadapi Karhutla telah dilakukan jauh sebelum kebakaran terjadi, terutama sejak ancaman El Nino terdeteksi.

"Kegiatan kolaboratif dan gotong royong ini kita lakukan terus menerus. Bukan saja pada saat situasi El Nino saat ini, tetapi jauh-jauh hari kita sudah melakukan mitigasi sejak awal," kata Herry.
 



Mitigasi dilakukan dengan memastikan kesiapan sekat kanal, ribuan embung, menara pantau hingga sarana dan personel perusahaan. 


Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo bersama personel gabungan meninjau penanganan Karhutla di Desa Paya Rumbai, Indragiri Hulu. (Foto: Ist)

Sistem peringatan dini juga diperkuat melalui Lancang Kuning, SiPongi, Sipakar dan Green Policing Presisi agar hotspot dapat segera diverifikasi sebelum berkembang menjadi firespot.

Herry menegaskan, penanganan Karhutla tidak boleh berhenti pada pemadaman. Polda Riau dan Kodam XIX/Tuanku Tambusai menyiapkan restorasi kawasan bekas terbakar untuk memutus siklus Karhutla sekaligus mencegah lahan dimanfaatkan secara ilegal.

"Kita tidak mau setiap tahun melakukan pemadaman terus menerus. Harus ada radical break, bagaimana kita melakukan restorasi bersama-sama dan mengubah mindset masyarakat," ujarnya.

Gerakan restorasi tersebut akan diperkuat dengan penanaman satu juta pohon yang direncanakan dimulai pada Oktober 2026.

Selain pencegahan dan restorasi, penegakan hukum terus dilakukan. 

Hingga Rabu, Polda Riau telah menangani 47 kasus Karhutla dengan 51 tersangka. Total lahan yang terbakar dalam perkara yang ditangani mencapai 3.066 hektare.
 

Kapolda dan Pangdam juga menemui personel yang berjibaku melakukan pemadaman. Herry memastikan personel yang bekerja dengan baik akan mendapatkan apresiasi setelah operasi Karhutla selesai.

"Kita datang sampai ke bawah untuk memberikan semangat dan motivasi kepada anggota kita yang selama ini sudah berjibaku. Setelah Karhutla selesai, personel yang bekerja dengan baik tentu akan kita berikan reward," katanya.

Namun, disiplin tetap menjadi perhatian. Personel yang meninggalkan tugas atau tidak menjalankan tanggung jawab dalam operasi penanganan Karhutla akan diberikan sanksi.

"Dalam situasi saat ini yang harus kita kuatkan adalah kolaborasi kita semua. TNI-Polri, pemerintah daerah, seluruh stakeholder, termasuk media dan masyarakat," kata Herry.


Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan dan Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo bersama personel gabungan saat meninjau penanganan Karhutla di Desa Paya Rumbai, Indragiri Hulu. (Foto: Ist)

Personel gabungan hingga kini masih melanjutkan pendinginan di Paya Rumbai untuk memastikan bara di lapisan gambut benar-benar padam dan tidak kembali memicu kebakaran. 

Dalam peninjauan tersebut, Kapolda dan Pangdam turut didampingi Kalaksa BPBD Riau Edy Afrizal, serta sejumlah pejabat TNI-Polri. 

Di lokasi, rombongan bergabung dengan Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariandy Putra, Dandim 0302/Inhu Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo dan unsur terkait lainnya.

(Patrick Pinaria)